• Politik

    membicarakan semua tentang yang berbau politik nusantara mauppun luar negri. disajikan oleh admin - newsmuslimindo.blogspot.com...

  • Berita

    membicarakan semua tentang Berita internasional maupun nasional. disajikan oleh admin - newsmuslimindo.blogspot.com...

  • Sekedar Opini

    membicarakan semua tentang Opini internasional maupun nasional. disajikan oleh admin - newsmuslimindo.blogspot.com...

Sunday, January 15, 2017

Habib Rizieq: Kapolda Jabar Harus Dicopot, Besok Pagi Kumpul di Al-Azhar


Front Pembela Islam (FPI) menyerukan jihad untuk mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera mencopot Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan.

FPI se Jabodetabek akan melakukan aksi unjuk rasa menuntut pencopotan Irjen Pol Anton Charliyan di Markas Besar Polri, Senin (16/1/2017). Unjuk rasa yang akan dipimpin langsung oleh Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab tersebut dikenal dengan aksi 161.

�Senin, 16 Januari 2017 kumpul di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Shalat Dhuha jam 8 pagi. Long march ke Mabes Polri jam 9 pagi,� demikian seruan FPI lewat Instagram DPP FPI.

Tuntutan aksi 161 ada dua. Pertama, menuntut dan meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian agar segera mencopot Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, yang telah melakukan pembiaran dan mengakibatkan terjadinya insiden penyerangan dan penganiayaan terhadap massa ormas Islam FPI oleh massa ormas LSM GMBI.

Kedua, menuntut kepada Mabes Polri agar mencari dan menangkap aktor intelektual dan pelaku lapangan terhadap penyerangan dan penganiayaan massa Ormas Islam FPI oleh Massa ormas LSM GMBI yang pelakunya sampai sekarang tidak diapa-apakan oleh polisi.

Sebelumnya, FPI Provinsi Aceh mengecam cara polisi memperkarakan Imam Besar FPI Habib Rizieq.

�Kami keberatan dengan cara polisi menyikapi laporan dugaan pelecehan terhadap dasar negara (Pancasila) yang dituduhkan kepada Habib Rizieq� ujar Ketua FPI Aceh, Muslim At-Thahiry, Sabtu (14/1).

Menurut Muslim, Polri terkesan tebang pilih dalam menangani perkara hukum antara kasus Ahok dan Habib Rizieq. Muslim menegaskan FPI Aceh siap melakukan jihad jika Habib Rizieq dipenjara termasuk ke Jakarta.

�FPI Aceh siap menyerukan jihad jika sampai Habib dipenjara. Dan jika mau lakukan itu, maka langkahi dulu mayat kami,� tegas Muslim.(sd/ps)

Habib Rizieq Keluarkan Ultimatum Kepada GMBI


Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab menyampaikan ultimatum kepada Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Hal itu menyusul tindakan anarkis berupa penganiayaan brutal dan perusakan yang diduga dilakukan massa GMBI terhadap sejumlah aktivis Islam, usai pemanggilan Habib Rizieq Syihab di Mapolda Jawa Barat, Kamis (12/1/2017).

Ultimatum itu disampaikan melalui situs resmi, HabibRizieq.co, sejak Sabtu (14/1/2017). Berikut selengkapnya.

�ULTIMATUM 2 X 24 JAM

Terhitung dari hari Ahad 15 Jan 2017 jam 00.00 hingga Senin 16 Jan 2017 jam 24.00

POLDA JABAR HARUS MENAHAN KETUM GMBI DAN GEROMBOLANNYA YANG MENYERANG ULAMA & SANTRI

JIKA TIDAK, JANGAN SALAHKAN UMAT ISLAM AKAN CARI & KEJAR SENDIRI

TEGAKKAN QISHASH :

LUKA DIBAYAR LUKA

DARAH DIBAYAR DARAH

PATAH DIBAYAR PATAH

NYAWA DIBAYAR NYAWA

Cabang GMBI yang mau berdamai wajib minta maaf kepada Umat Islam dan harus membubarkan diri.�

Santri Depok Tutup Markas GMBI

Sementara itu, di media sosial beredar berita viral, bahwa Umat Islam yang geram mulai mendatangi dan menutup markas GMBI. Salah satu aksi penutupan markas GMBI diantaranya terjadi di Depok, Jawa Barat.

Siaran Pers Bohong Kapolda Jabar Usai Periksa Habib Rizieq yang Diungkap oleh Damai Hari Lubis SH


1. Habib Rizieq tidak koperatif.
Padahal, Para Penyidik usai pemeriksaan mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik dari Habib Rizieq saat pemeriksaan dan mereka minta agar disampaikan kepada umat bahwa Habib Rizieq saat pemeriksaan diperlakukan baik oleh penyidik. Dan itu dilakukan oleh Habib Rizieq.


2. Tidak ada penganiayaan terhadap Umat Islam pendukung Habib Rizieq.
Padahal, bukti foto dan video sweeping serta penganiayaan Ulama dan Santri oleh Preman GMBI peliharaan Kapolda Jabar yang dikerahkannya sudah VIRAL di Medsos. Dan para korban pun masih dirawat di RS, bahkan ada yang dioperasi.

3. Habib Rizieq akan jadi tersangka.
Padahal, tugas polisi memeriksa dan menilai baru memutuskan terlapor apakah jadi tersangka atau tidak sesuai UU, bukan merencanakan dan merekayasa agar terlapor jadi tersangka. Andai pun benar Habib Rizieq jadi tersangka, ada prosedur pemberitahun sesuai UU, dan tidak boleh dipublikasikan sebelum waktunya. Itu artinya Kapolda Jabar membocorkan RAHASIA NEGARA.

**


Kapolda JAWA BARAT ANTONIUS CHARLYAN/ AC di medsos? katanya habib Rizieq akan ditetapkan mnjd TSK ? klo benar berita dimedsos tsb berarti sama dengan KAPOLDA JAWA BARAT telah membocorkan kerahasiaan penyidikan yg blm waktunya untuk di publikasi kan.

Itukan sama saja melakukan pembiaran dan memberikan kesempatan kpd TSK untuk mlarikan diri dan menghilangkan alat atau barang bukti. Kalut kayaknya AC karena " JADI WAJAR TIMBUL PERTANYAAN DARI MASYARAKAT PEMERHATI HUKUM ADA APA DIBALIK INI SEMUA? " DITAMBAH SEBELUMNYA SAAT KONPERS KAPOLDA SAMPAIKAN ;

1. KAPOLDA JABAR AC " TIDAK ADA PENGANIAYAAN ' TERHADAP ANGGOTA FPI

2. IB HABIB RIZIEQ KURANG KOOPERATIF?

FAKTA SESUNGGUHNYA : ADA KORBAN BEBERAPA ANGGOTA FPI YANG DIRAWAT DI RS. DAN SELESAI BAP DITANDA TANGANI OLEH HABIB SELAKU TERPERIKSA, PENYIDIK MENGUCAPKAN TERIMA KASIH ATAS KERJA SAMA BELIAU HABIB DALAM PEMERIKSAAN PEMBUATAN BAP YANG BERJALAN LANCAR , SERTA MENDOAKAN HABIB SELAMAT DALAM PERJALANAN KEMBALI KEKEDIAMANNYA.

Kesimpulannya Kapolda Jabar AC. Telah melakukan pelanggaran etika sesuai Perkap. dan jelas melanggar Azaz Azaz Pemerintahan Yang Baik menurut UU. No. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bebas Dari KKN.

Oleh : Damai Hari Lubis | Habibrizieq.co

Saturday, January 14, 2017

Catat! Penyerang Markas GMBI Ternyata Bukan Anggota FPI


Polres Bogor menahan 12 orang simpatisan Front Pembela Islam (FPI) Bogor. Mereka terlibat kasus pembakaran kantor sekrtariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonsia (GMBI) di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebanyak 12 orang yang ditahan itu berasal dari 20 orang yang sebelumnya ditahan. Lima di antaranya masih berusia di bawah umur, yaitu usia 16 dan 17 tahun.

"Pelaku kita kenakan pasal 170 dan 187 KUHP. Kita sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, gelar perkara. Yang dipulangkan karena tidak memenuhi unsur (penahanan)" kata Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky saat dikonfirmasi Sabtu (14/1).

Dia menambahkan, setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan FPI Cibinong, Bogor, ditegaskan bahwa yang melakukan pengrusakan atau pembakaran bukan anggota atau pengurus FPI, melainkan pihak yang merasa simpati alias simpatisan. Polres Bogor, kata dia, hanya akan menangani proses hukum.

"FPI tidak tahu-menahu. Jadi kami tidak bisa menyimpulkan itu anggota atau bukan, tapi yang jelas kami hanya menangani masalah hukumnya saja. Jadi mereka merasa marah mendengar isu yang beredar, termasuk isu penusukan dan segala macam. Dari ormas manapun akan diproses sesuai hukum berlaku," jelasnya.

Menurut Dicky, pemeriksaan diikuti secara kooperatif. Pihaknya juga melakukan pendampingan, khususnya kepada usia di bawah umur. Bahwa berani bertindak, harus pula berani bertanggung jawab.

Dia menambahkan, seluruh pihak menyesalkan tindakan pengrusakan ini. Dia mengimbau seluruh masyarakat dapat menahan diri dan senantiasa menjaga kondusivitas dan ketertiban wilayah Kabupaten Bogor.

Kemudian meminta masyarakat lebih hati-hati dalam menerima, mencerna informasi.

"Karena sekarang itu banyak hoax yang untuk menciptakan keadaan tertentu. Kalau dapat berita, teliti sumbernya, valid atau tidak, dari wartawam kredibel, berizin dan berkode etik atau tidak," tambahnya.
sumber : jawapos

FPI Bogor Tegaskan tak Ada Instruksi Pembakaran Kantor GMBI, Polri Jangan Sebarkan Berita Hoax


Sekjen Front Pembela Islam (FPI) dewan perwakilan wilayah (DPW) Bogor Raya, Jamaludin RM mengklarifikasi, tidak ada instruksi atau perintah untuk anggota FPI di wilayah manapun terkait pembakaran sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Termasuk pembakaran sekretariat GMBI di Kecamatan Ciampea, Bogor, Jawa Barat yamg menurutnya di luar kendali FPI.

Pihaknya menampik FPI pro anarkistis. Ia juga mengecam sejumlah berita yang terkesan memelintir. "Tidak-tidak benar. Berita harus berbanding. Tidak ada instruksi, perintah. Di luar kendali kami, mumgkin kepedulian mereka terhadap umat Islam. Tindakan apa pun, kami ada SOP-nya, kami juga satu komando. Ada dewan perwakilan pusat (DPP). Yang kemarin difasilitasi (mediasi) Polres Bogor, itu bukan kami, DPW sama sekali tidak menghadiri, ketua DPW tidak hadir, kalau ada itu atas nama pribadi," kata Jamaludin, Sabtu (14/1).

Jamaludin menegaskan, pengrusakan sekretariat GMBI diduga merupakan buntut dari bentrokan FPI dan ormas tersebut di Bandung, 12 Januari lalu. Jamaludin menjelaskan, pada intinya FPI menuntut keadilan proses hukum terkait bentrok tersebut.

"Di Bandung, kami sudah aksi damai, pas pulang diadang. Kami tidak akan diam apabila polisi tidak memprosesnya, khususnya Polda Jabar. Saya tegaskan, kami minta kebrutalan GMBI segera diproses, dituntaskan. Korban anggota kami yang luka-luka di rumah sakit masih banyak," ujar dia.

Sebelumnya Polres Bogor mengamankan 20 anggota FPI usai insiden pembakaran kantor sekretariat GMBI di Kecamatan Ciampea. Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky juga menduga pengrusakan itu merupakan buntut dari bentrok di Bandung. "Kejadian Jumat (12/1) sekitar pukul 03.00 WIB. Yang diakankan masih pemeriksaan, kalau korban tidak ada," kata Dicky.

Sekretariat GMBI yang dirusak sejumlah massa berlokasi di Desa Tegalwaru RT 05/03 Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Menurut salah satu saksi mata, Dadan, massa yang melakukan pengrusakan seluruhnya merupakan pria mengenakan baju putih-putih.
Tadinya, kata dia, ada tiga atau empat orang di dalam sekretariat yang buru-buru diamankan polisi sebelum massa hendak melakukan pengrusakan. "Sambil berteriak, massa masuk dan membakar," ujarnya.

Sumber : Republika

Astaghfirullah� GP Ansor Tolak FPI Berdakwah di Maluku Utara


Gerakan Pemuda Ansor (GP) Ansor Maluku Utara menolak wilayahnya dimasuki Front Pembela Islam (FPI), organisasi kemasyarakatan yang dinilainya berpotensi melawan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

�Siapapun yang melawan NKRI atau yang melawan hukum, kami tolak masuk Maluku Utara. Termasuk FPI atau siapa pun itu,� kata Ketua GP Ansor Maluku Utara Salim Thaib di Ternate, Sabtu (14/1).

Salim yang didampingi Kapolda Brigjen Tugas Dwi Aprianto, Danrem 152/Babullah Kolenel Inf Sahono, Kabinda Brigjen TNI Handi Geniardi dan Ketua MUI Maluku Utara Salman Ahmad mengatakan, penolakan ini dengan slogan Maluku Utara Damai Tanpa FPI.

Bahkan, pihaknya menolak imam besar FPI, kehadiran tokoh-tokoh FPI, dan mendesak forum komunikasi pimpinan daerah agar tidak memberikan ruang bagi organisasi tersebut di Malut.

�Ini adalah instruksi pimpinan pusat, bahwa tidak ada imam besar muslim di Indonesia. Jika ada, saya kira itu upaya memecah belah bangsa untuk kepentingan tertentu,� katanya.

Menurut Salim, imam besar hanya ada di masjid-masjid besar dan GP Ansor secara institusi menegaskan menolak Habib Rizeq sebagai imam besar.

Sementara itu, Ketua MUI Malut, Salman Ahmad ketika dihubungi mengatakan, secara organisasi pihaknya tidak mengenal pimpinan atau imam besar.

�MUI hanya mengenal bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia, hanya memiliki pimpinan tertinggi yaitu Presiden,� ujarnya menanggapi isu tentang Imam Besar Umat Islam.

Salman menegaskan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 hanya mengenal satu pemimpin negara, dalam hal ini Presiden. [akt]

Friday, January 13, 2017

Foto-Foto Dokumentasi Aksi Bela Ulama Pontianak 131

Ribuan massa bergerak dari Halaman Masjid Raya Mujahidin menuju Mapolda Kalbar di Jalan Jend A Yani, Pontianak, Jumat (13/1/2017) sekitar pukul 13.15 WIB.

Aksi ini disebut sebagai Aksi Bela Ulama. Tampak dari beberapa spanduk yang dibawa serta oleh massa dalam aksi ini.

Massa dari berbagai ormas Islam bergerak dengan long march berjalan kaki dan mengendarai roda dua, praktis membuat arus lalu lintas sempat padat, namun dapat kembali terurai setelah massa masuk ke Lapangan Jananuraga Mapolda Kalbar.

Kedatangan ribuan massa ormas Islam ini menemui Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak untuk berdialog atas insiden penolakan kedatangan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain oleh sekelompok massa di Bandara Susilo Sintang, Kamis (12/1/2017) pagi.

Berikut sebagain dokumentasi yang dapat kami kumpulkan dari berbagai sumber:

Ternyata Perintah memukuli Anggota Fpi Oleh GMBI langsung dari Polda Jabar


Kapolda Jawa Barat, Irjen Anton Charlian diduga sebagai dalang aksi anarkis yang menimpa anggota Front Pembela Islam (FPI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/1/2017) kemarin.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis menuturkan, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang melakukan penganiayaan tersebut merupakan LSM, dan Anton menjabat sebagai Dewan Pembina Harian.

Sobri menjelaskan, pihaknya mengetahui LSM tersebut berada di bawah binaan Anton berdasarkan keterangan langsung dari beberapa anggota GMBI serta masyarakat yang dibayar untuk mengikuti aksi tersebut.

�Ini pengakuan langsung dari beberapa ketua cabang GMBI dan ada juga massa yang dibayar dan dikasih baju. Mereka kaget kalau ternyata disuruh pukulin anggota FPI,� tegas Sobri saat dihubungi Kriminalitas.com, Jumat (13/1/2017).

Menurut Sobri, saat pihaknya meminta keterangan dari massa GMBI tersebut, mereka mengaku disuruh langsung oleh Kapolda Jawa Barat untuk mengikuti aksi tersebut.

�Katanya, orang-orang GMBI yang dari wilayah Jawa Barat, ditelepon oleh Kapolda dan disuruh datang. Itu perintah Kapolda memang,� kata Sobri.

�Setelah kami cari tahu, apa hubungannya sama dia, eh ternyata Kapolda sendiri pembinanya,� pungkasnya.

Pemerintah Sementara Bayda Ancam Perangi Pasukan Asing Yang Masuk Ke Libya


Pemerintahan sementara Libya di Bayda (sebelah timur) mengeluarkan peringatan keras terhadap masuknya satuan pasukan Italia di ibukota Tripoli tanpa adanya izin dari pemerintah, dan mengancam akan memerangi setiap pasukan asing yang masuk tanpa izin.

Ini adalah bentuk bentuk penjajahan secara terang-terangan dan campur tangan yang jelas dalam urusan internal Libya. Mereka akan menghadapi penolakan serta perlawanan dari semua warga Libya, ujar pemerintah sementara Libya bersama Dewan Perwakilan Rakyat dalam pernyataan resminya.

Tidak hanya pasukan Italia yang telah berada di ibukota Tripoli, kantor berita Libya mendapatkan informasi keberadaan sekitar 1.000 Tentara Amerika Serikat yang masuk dan menjalankan operasi senyap di Tripoli, serta mendirikan basis di pinggiran Ibukota Tripoli, seperti dilansir Arabi21.

Pemerintah Bayda meminta dengan tegas Italia untuk menghormati perjanjian, konvensi serta aturan internasional dan kedaulatan Libya. Dan menegaskan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas reaksi keras dari rakyat yang akan memerangi pasukan Italia dan setiap pasukan asing yang masuk ke Libya tanpa izin.

Perlu di ingat bahwa konflik berdarah di Libya disebabkan pemberontakan Mayjen Khalifa Haftar yang didukung Barat terhadap pemerintahan General National Congress (GNC) 2012 yang diakui sah oleh dunia internasional.

Pemberontakan dipicu kemenangan kelompok Islam Libya Yang Pro Ikhwan yang berhasil menduduki sebagian besar kursi di pemerintahan GNC. (Arabi21/Ram)

FPI: Kami tak Bertanggung Jawab Jika Ada Aksi Lanjutan


Pengadangan terhadap Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain di Sintang, Rabu (11/1) berbuntut panjang.

Ribuan muslim yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu menggelar aksi bela ulama di Pontianak, Jumat (13/1).

Mereka melakukan long march dari Masjid Mujahidin menuju Polda Kalbar di Jalan Ahmad Yani Pontianak.

Mereka sudah ditunggu Kapolda Irjen Pol Musyafak plus jajarannya serta Kapolresta Pontianak Kombes Pol Iwan Imam Susilo.

Massa berharap, pihak berwajib menangkap otak penolak kedatangan Tengku.

Iwan langsung melakukan koordinasi dengan para muslimin.

Sebanyak 18 perwakilan massa dipersilakan beraudiensi dengan Kapolda dan jajarannya di ruang rapat selama dua jam.

Mereka di antaranya adalah Ketua DPD FPI Kalbar Habib Muhammad Iskandar, Sekretaris Aliansi Umat Islam Kalbar Bersatu Syahrani, dan perwakilan Kesultanan Kadriah Pontianak.


Usai audiensi itu, Habib Iskandar mengatakan, Musyafak sepakat menindaklanjuti tuntutan dengan melakukan proses hukum.

�Setelah ditelaah akan ada proses hukum tegas dan cepat terhadap pelaku pencekalan itu. Ditangkap sesegera mungkin,� terangnya.

Pihaknya juga meminta kinerja Kapolres Sintang dievaluasi.

�Kami berikan waktu. Kami tetap sabar, insya Allah kami percayakan kepada aparat penegak hukum. Namun, kami tidak bertanggung jawab jika terjadi aksi lebih lanjut jika (proses hukum) terlalu molor,� tutur Iskandar.

Dia berpesan kepada seluruh umat Islam di Kalbar bahwa membela ulama adalah hal wajib.

Namun, dia juga meminta umat Islam tetap menjaga keutuhan maupun kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

�Dan kami juga meminta kepada umat muslim untuk merapatkan barisan, jangan sampai kita biarkan. Karena sudah sekian kalinya dibiarkan,� kata Iskandar.

Sementara itu, Musyafak mengaku tengah mempelajari tuntutan ribuan muslimin itu.

�Kalau proses pidana, kami akan melihat apakah Pak Tengku-nya merasa dirugikan. Pak Tengku sampai sekarang juga belum mengatakan bahwa beliau merasa dirugikan. Tuntutan FPI seperti itu, karena tadi banyak dari FPI,� terang Musyafak.

Guyonan Politisi Demokrat: Bu Megawati Kalau Sholat Pakai Bahasa Arab atau Batak?


Pidato politik Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pada peringatan HUT PDIP ke-44 di Jakarta Convention Center (JCC) (10/01), masih menjadi polemik. Pidato Megawati yang menyebut �kalau mau jadi orang Islam, jangan jadi orang Arab� dinilai melecehkan Islam dan Arab.

Politisi Partai Demokrat Umar Hasibuan pun ikut menyindir Megawati. Mantan staf khusus Mendagri Gamawan Fauzi ini mengingatkan Megawati bahwa suami pertama Megawati berdarah Arab.

�Sekedar mengingatkan Bu Megawati, segitu gak sukanya Ibu sama oarang Arab tapi suami Ibu pertama Arab loh bu. #MenolakIngat. Suami Ibu yang pertama Arab loh Bu namanya Hassan Gamal bi Ahmad Hassan. Jangan terlalu benci Arab Bu Megawati tak baik itu,� tulis Umar Hasibuan di akun Twitter @Umar_Hasibuan.

Tak hanya itu, Umar bahkan membuat guyonon terkait pernyataan Megawati tersebut. �Bu Mega kalau sholat pakai bahasa Arab atau bahasa Batak? #Nanyadoank,� sindir @Umar_Hasibuan.

Sebelumnya, politisi senior yang juga tokoh Islam, Habil Marati, mengecam keras pidato politik Megawati pada peringatan HUT PDIP ke-44.

Menurut Habil, Megawati tidak paham posisi agama dalam prespektif penciptaan manusia, bahwa agama Islam bukan budaya Arab. Megawati juga tidak paham agama.

�Megawati tidak paham Agama, dan tidak tau beragama. Islam turun di tanah Arab dan pada orang Arab, tapi Allah mengutus Nabi Muhammad bukan untuk mewakili orang Arab dan tanah Arab dalam kenabiannya. Nabi Muhammad mewakili seluruh umat manusia sepanjang zaman,� tegas Habil Marati kepada intelijen (10/01).

Habil juga menyangkal keras jika dikatakan tuntutan Islam agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipenjara berlandaskan pada �ideologi tertutup� sebagaimana dikatakan Megawati.

�Jadi kalau orang Islam menuntut Ahok untuk dipenjarakan karena menistakan Al Quran ini bukan budaya Arab, dan ini pula bukan idiologi tertutup dan bukan pula dogma,� tegas Habil.

Tak hanya itu, menurut Habil, dalam pidato politiknya, Megawati hanya membacakan teks pidato yang disusun tim di PDIP. �Megawati hanya baca teks saja. Dan sekaligus Megawati tidak mengerti Pancasila di mana sila pertamanya adalah Ketuhan Yang Maha Esa. Bisa dikatakan sekularisasi UUD 45 menjadi UUD 2002 adalah bertentangan dengan Pancasila, artinya Megawati melecehkan dua sekaligus hal yang paling prinsipil yaitu agama dan Pancasila,� pungkas Habil Marati.

Sebelumnya, Megawati dalam sambutannya pada peringatan HUT PDIP ke-44 mengatakan, �Kalau kamu mau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau kamu mau jadi orang Islam, jangan jadi orang Arab. Kalau kamu mau jadi orang Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini.�

Megawati menyebut tentang pihak-pihak yang dianggapnya antikeberagaman. Mereka disebut sebagai Megawati sebagai penganut ideologi tertutup, yang memicu isu konflik bernuansa Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA). Mereka juga disebutnya bertentangan dengan Pancasila.

�Mereka memaksakan kehendaknya sendiri; tidak ada dialog, apalagi demokrasi. Apa yang mereka lakukan, hanyalah kepatuhan yang lahir dari watak kekuasaan totaliter, dan dijalankan dengan cara-cara totaliter pula. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan,� jelas Megawati.

Syarat mutlak hidupnya ideologi tertutup, menurut Megawati, adalah lahirnya aturan-aturan hingga dilarangnya pemikiran kritis. Mereka menghendaki keseragaman dalam berpikir dan bertindak, dengan memaksakan kehendaknya. Akibatnya, pemahaman terhadap agama dan keyakinan sebagai bentuk kesosialan pun dihancurkan, bahkan dimusnahkan.

Menurut Presiden Republik Indonesia ke lima itu, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup mempromosikan diri mereka sebagai self para peramal masa depan. Lanjut Megawati, para penganut ideologi tertutup kerap meramal kehidupan setelah dunia fana. �Padahal mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya,� Megawati.

�Oknum� Ketuai GMBI, Prabowo: Oknum itu, Si Perusak Integritas NKRI!


Mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo menyesalkan adanya �oknum� kepolisian yang menjadi ketua di ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Massa GMBI diberitakan menyerang aktivis Front Pembela Islam (FPI) usai pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab di Mapolda Jawa Barat (12/01).

�Pam swakarsa dan GMBI itu wujud dari bela negara, atau milisi bela oknum ya? Bila permainan milisi seperti itu dilegalkan, bukankah si perusak integritas NKRI itu oknum? Lalu sampai kapan bangsa ini bisa BERSATU dan kuat membangun kemandirian?� tulis Prabowo di akun Facebook.

Prabowo membandingkan situasi saat ini dengan situasi di 1998, saat Pam Swakarsa dibentuk. �Pengulangan sejarah. Serupa tapi agak sama. Bila rame-rame di tahun 1998 ada PAM Swakarsa yang dibentuk oleh oknum �.., sekarang ini di tahun 2017 ada GMBI yang diketuai oleh oknum �..,� catat Prabowo.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen (Pol) Anton Charliyan membenarkan bahwa ia merupakan Ketua Dewan Pembina GMBI. Menurutnya, posisi itu ia jabat agar ormas tersebut beradab.

�Saya memang banyak membina. Tetapi saya membina agar mereka ini beradab. Bukan hanya satu, tapi banyak,� kata Anton menjawab pertanyaan wartawan apakah dirinya merupakan Dewan Pembina GMBI (13/01).

Terkait penyerangan massa GMBI terhadap aktivis FPI dibenarkan Panglima FPI Maman Suryadi. �Ketika kami sedang istirahat makan siang di resto Sunda. Tiba-tiba mobil kita diserang, mereka konvoi di jalan kita sedang di dalam mobil diserang sama mereka, yang sampai dijahit itu ada lima orang,� ungkap Maman Suryadi, seperti dikutip detik (13/01).

Presiden LIRA: Kapolda Andalkan Sipil untuk Pengamanan? Besok-besok Minta Bantuin ISIS


Jika Kapolda Jawa Barat Irjen (Pol) Anton Charliyan tersangkut dalam politik adu domba Front Pembela Islam (FPI) dengan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Kapolri perlu mencopot Anton dari posisi Kapolda Jabar.

Penegasan itu disampaikan Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) HM Jusuf Rizal menanggapi keterkaitan Anton Charliyan dengan LSM GMBI. �Usut tuntas siapa otak di balik politik adu domba itu. Jika tersangkut Kapolda, Kapolri perlu copot Kapolda Jabar. Gagal amankan rakyat,� tegas Jusuf Rizal di akun Twitter @HMJUSUFRIZAL.

Menurut Jusuf Rizal, untuk menjadi Kapolda yang sukses, seharusnya Anton bisa menjadi pembina LSM, termasuk GMBI. �Jadi Ketua Pembina LSM saja gagal, bagaimana mau jadi Kapolda yang sukses. Padahal sekelas Kapolda gak lulus urus LSM bisa diketawain Habib Rizieq,�sindir @HMJUSUFRIZAL.

Sindiran keras juga dilontarkan ?@HMJUSUFRIZAL: �Jika untuk mengamankan Kapolda andalkan sipil, buat apa ada aparat. Ini suatu kemunduran. Aparat tentu tahu tupoksinya. Besok-besok minta bantuin Isis.�

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen (Pol) Anton Charliyan membenarkan bahwa ia merupakan Ketua Dewan Pembina GMBI. Menurutnya, posisi itu ia jabat agar ormas tersebut beradab.

�Saya memang banyak membina. Tetapi saya membina agar mereka ini beradab. Bukan hanya satu, tapi banyak,� kata Anton menjawab pertanyaan wartawan apakah dirinya merupakan Dewan Pembina GMBI (13/01).

Muncul Desakan Evaluasi Kapolres Sintang Usai Penghadangan Wasekjen MUI


Pontianak � Umat Islam meminta Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) mengevaluasi kinerja Kapolres Sintang yang dinilai melakukan pembiaran terhadap penghadangan dan penyerangan yang dilakukan pemuda Dayak kepada Wasekjen KH Tengku Zulkarnain.

Ribuan kaum muslimin mendatangi Mapolda Kalbar, Jumat (13/01), menyusul aksi penghadangan dan penyerangan yang dilakukan puluhan orang yang mengatasnamakan Forum Pemuda Dayak Sintang Kalbar terhadap Wasekjen MUI Pusat KH Tengku Zulkarnain. Salah satu tuntutan mereka adalah dilakukannya evaluasi terhadap Kapolres Sintang AKBP Suharjimantoro.

�Mendesak Kapolda Kalbar untuk memproses Kapolres Sintang karena terkesan melakukan pembiaran terhadap aksi pengusiran tersebut,� kata perwakilan Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu, Muhammad Iskandar Alkadrie usai pertemuan dengan Kapolda Kalbar, Jumat (13/01).

�Kapolres Sintang itu segera dievaluasi kinerjanya,� tandasnya.

�Harapannya ini tidak terulang kembali,� pungkasnya.

Menurut Alkadrie, aksi penghadangan dan pencekalan terhadap KH Tengku Zulkarnain di Sintang pun merembet ke daerah lain. Wasekjen MUI Pusat itu kembali mengalami kejadian serupa dalam kunjungan di Melawi.

�Kami sangat menyayangkan sekali akan kejadian ini,� tandas Alkadrie.

KH Tengku Zulkarnain diundang oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, untuk memberikan ceramah dalam acara Maulid Nabi Muhammad pada Kamis (12/01). Namun, ketika pesawat yang membawa Wasekjen MUI itu mendarat di Bandara Susilo Sintang puluhan orang yang mengaku dari Forum Pemuda Dayak Sintang Kalbar melakukan penghadangan.

Mereka menarik-narik baju KH Tengku Zulkarnain dan sebilah mandau sempat diayunkan ke arahnya. Beruntung, senjata tajam tradisional itu tak mengenai ulama tersebut. Dalam kejadian itu, pihak kepolisian tidak bertindak menghentikan penyerangan tetapi justeru memerintahkan Wasekjen MUI itu untuk tidak turun dari pesawat.

Umat Islam Kalbar Desak Polisi Tangkap Pelaku Penghadangan Wasekjen MUI


Pontianak � Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu menggelar aksi damai mendesak pengusutan kasus penghadangan dan penyerangan terhadap Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain. Aparat diminta menangkap aktor intelektualnya.

KH Tengku Zulkarnain diundang oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, untuk memberikan ceramah dalam acara Maulid Nabi Muhammad pada Kamis (12/01). Namun, ketika pesawat yang membawa Wasekjen MUI itu mendarat di Bandara Susilo Sintang puluhan orang yang mengaku dari Forum Pemuda Dayak Sintang Kalbar melakukan penghadangan.

Mereka menarik-narik baju KH Tengku Zulkarnain dan sebilah mandau sempat diayunkan ke arahnya. Beruntung, senjata tajam tradisional itu tak mengenai ulama tersebut.

Merespon penghadangan dan penyerangan tersebut, umat Islam Kalimantan Barat berkumpul di sekitar Masjid Raya Mujahidin Pontianak usai shalat Jumat (13/01). Mereka kemudian bergerak ke Mapolda Kalimantan Barat, menuntut aparat keamanan untuk mengusut tindakan pencekalan yang dilakukan oleh puluhan orang yang mengatasnamakan Forum Pemuda Dayak Sintang Kalbar.

Mereka kemudian bergerak ke arah Mapolda Kalimantan Barat (Kalbar), untuk menuntut penindakan terhadap pelaku penghadangan dan penyerangan terhadap KH Tengku Zulkarnain. Sejumlah peserta aksi juga terlihat membawa poster spanduk bertuliskan pembelaan terhadap ulama. Aksi di depan Mapolda Kaltim diwarnai dengan orasi-orasi dari sejumlah tokoh.

Sejumlah perwakilan umat Islam kemudian diberi kesempatan untuk berdialog dengan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak. Pertemuan digelar mulai pukul 14.00 hingga pukul 16.30

�Meminta Kapolda Kalbar agar menangkap pelaku pencekalan tersebut dan aktor intelektualnya juga harus ditangkap,� kata perwakilan Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu, Muhammad Iskandar Alkadrie usai pertemuan.

Alkadrie, yang juga ketua DPD FPI Kalbar, menambahkan bahwa arapat seharusnya segera menindak para pelaku penyerangan dan penghadangan KH Tengku Zulkarnain. Umat Islam Kalimantan Barat menyadari bahwa Indonesia adalah negara hukum, karenanya mereka memilih untuk mendatangi pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus tersebut.

�Kalau molor tentunya umat Islam akan punya reaksi lebih dari yang sekarang,� imbuhnya.

Umat Islam Kalimantan Barat pun diimbau untuk tetap menjaga keutuhan. Selain itu, kaum musimin juga diminta agar terus merapatkan barisan.

�Kalau tidak ada tindakan dari penegak hukum, kami serukan umat wajib membela ulama,� tandas Alkadrie.

Reporter: Mustofa DJ
Editor: Imam S.

Polda JABAR Sebarkan HOAX, Netizen : Polisi mau berantas hoax. Dia sendiri sebar hoax


Kampanye anti hoax Pemerintah dan melempar tuduhan pelaku Hoax itu website portal islam, ternyata tidak terbukti. Kejadian ini adalah salah satu bukti saja, bahwa pelaku Hoax paling banyak dan sistematis itu justru pemerintah dan aparatnya, Benarlah apa yang dikatakan pakar dari UI bahwa Hoax terbaik adalah Hoax penguasa (baca :  Pakar Filsafat dan Logika UI : Hoax Terbaik Adalah Hoax Versi Penguasa).

Paling Gres, Humas Polda jabar telah menyebarkan Berita HOAX melalui akun Facebook resminya  "PWM Jabar Kecam Tindakan FPI" ,  sontak sekretaris PWM Jabar menolak dengan tegas sebaran berita palsu ini  dan melakukan klarifikasi (Baca : Nama Muhammadiyah Dicatut, PWM Jabar Kritik Kecorobohan Humas Polda).  sampai tulisan ini diturunkan, Polda Jabar tidak melakukan permintaan maaf dan klarifikasi, akan tetapi cuma menhapus postingan Hoax tersebut.

Hal ini ramai disesalkan para netizen, ternyata justru Polisi yang menyebarkan Hoax. seperti yang kami kutip di laman Fb :
Dan ternyata, banyak berita yang di posting Humas Polda jabar juga tendensius menyudutkan FPI, seperti tangkapan layar berikut

Tak pelak, sebaran informasi Humas Polda jabar justru membuat muak para netizen, dan memberikan review rendah terhadap laman resminya :
Silahkan Cek komentar dan review Netizen disini :

https://www.facebook.com/pg/humaspoldajabar1/reviews/?ref=page_internal

Terakhir, pesan kami kepada para penegak Hukum dan Institusinya, bersikap adillah kepada ummat muslim dan jangan pernah menyebarkan kebohongan demi untuk menyudutkanya..semoga bertaubat !

DIBULLY NETIZEN, KAPOLDA JABAR ANTON CHARLIYAN GEMBOK AKUN INSTAGRAMNYA


Setelah kejadian di Bandung umat Muslim yang baru saja mengikuti pengawalan kepada Habib Rizieq yang diperiksa oleh Polda Jawa Barat, diserang oleh sepasukan ormas hingga menderita luka dan patah tangan.

Bahkan kejadian yang berbalik diserang oleh umat Muslim yang marah dan mengakibatkan luka anggota ormas, dan mendapatkan kunjungan oleh Kapolda Jabar di Rumah Sakit, sementara umat muslim yang juga menderita luka dan patah, namun tidak mendapatkan kunjungan oleh Kapolda, membuat netizen marah.

Belum lagi beredarnya foto-foto dimana Kapolda Jabar Irjen Polisi Dr. Drs. Anton Charliyan M.P.K.N. didaulat sebagai pembina ormas GMBI, yang dianggap bertanggung jawab atas serangan kepada umat muslim usai mengawal Habib Rizieq di pemeriksaan Polda Jabar.

Kemarahan netizen di tujukan kepada Anton melalui akun instagram mantan Kapolda Sulsel, Anton Charliyan. akibatnya akun milik mantan Kadiv Humas Polri tahun 2015 lalu, langsung di gembok.

Berikut postingan netizen yang mengecam Anton hingga akhirnya mengakibatkan akun Anton Charliyan yang memiliki pengikut 68.5 K langsung di gembok, dan tidak bisa di buka oleh netizen.

tataningsih2903 �Inget umur makin berkurang. anda muslim bukan pak ?? Inget pak bumi akan jadi saksi atas kekejian bapak trhadap saudara2 kami pak. salam hormat pak .

ucoklbz �Pilih salah satu saja bapak bintang 2, jadi kapolda yg melindungi dan adil bijaksana kepada rakyat atau tetap jadi pembina ormas anarkis yang bebas pegang kayu dan bambu ketika polda kemarin. Dengar dengar bapak juga yg telp ketuanya suruh datang ke polda pantas saja mereka bebas kongkow di dlm area polda dgn angkuh.�

tidar_pe �Jabatan dunia sementara pak,,mati itu pasti�

naabilaa_ �ohh ini pembinanya (smile senyum)

septian_ilham_dhani � Bentar lg pensiun, habis bensin baru tobat nya yaa pak?�

iqbal_muhamad21 �Muka sulit dicari pak, inget umur�

rahmat.id �Kapolda gagal di sulsel�

cintami_yulia �Assalamualaikum pak mau tanya boleh. 1.Apakah benar lsm GMBI itu binaan bpk atau sejenisnya? Kl bnr WAH warbiazzaah pak,masa beraninya main belakang n keroyokan�.. 2.Dipangkat bpk ada berapa bintang pak? Kalo cuma 2 brarti kalah telak sm Allah yg bintangnya bertabur di langit nggk kehitung SUBHANALLAH�

(JALL)

Inilah Tamparan "5 Tahun Lalu" Anies untuk Ahok


Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan tamparan yang pedas untuk cagub Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Calon urut nomor 3 itu mempertanyakan janji Ahok dan pasangannya terdahulu yang ingin membangun kampung deret di pinggir sungai.

Anies meminta izin untuk mengingatkan lima tahun silam. "Izinkan saya mengingatkan lima tahun lalu itu ada janji dan janji yakni akan membangun kampung deret di pinggir sungai, di mana janji itu,?" tanya Anies dalam Debat Pilgun 2017

"Dimana kontrak politik itu?"

Pasangan Sandiaga Uno itu mengatakan telah datang ke tempat sama ketika Ahok yang kala itu menjadi cawabagub. Mereka pun menunjukkan kontrak politik itu.

Pengelolaan di tepi sungai, kata Anies, bukan hanya persoalan Jakarta. Ia memberikan contoh di daerah lain, seperti Kali Code di Yogya dan di Malang. Di sana  warga diajak berdialog dan di lakukan peremajaan secara bertahapa.

Yang terpenting, kata dia, memberikan percaya diri, "Bukan cash transfer, tapi mandiri karena lapangan pekerjaan," kata Anies Baswedan. [Paramuda/BersamaDakwah]

WARGA SUNDA MARAH, GMBI DI SWEEPING DAN DI TEMPELENG


Persoalan Ormas LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) terkait dengan demo yang mereka lakukan ketika berhadapan dengan pihak pendukung Habib Rizieq yang mendapat serangan usai mengawal Habib Rizieq dalam pemeriksaan di Polda Jabar, Kamnis (12/1).

Serangan yang dilakukan ketika kepulangan umat Muslim dari Polda Jabar rupanya meninggalkan kemarahan umat Muslim terutama warga Sunda di Bandung. GMBI yang membawa-bawa nama suku Sunda rupanya membuat persoalan baru.

Dari akun milik Aditya Angga yang dikirimkan ke sebuah grup sosial media. Jika masyarakat Sunda yang terkenal dengan militannya jika menyangkut persoalan agama Islam sangat gerah dengan pihak GMBI yang membawa-bawa nama suku Sunda, akibatnya sebagian masyarakat mulai melakukan sweeping kepada anggota GMBI.

Bahkan tidak tanggung-tanggung setipa anggota GMBI yang mereka temukan langsung di tempeleng tanpa bisa berbuat apapun. seperti yang ditulis oleh Aditya.

�Masyarakat Sunda tidak terima dengan kelompok preman GMBI yang mencatut nama orang sunda, mereka mulai di sweeping dan ditempeleng satu2 .

Markas mereka mulai dibakar massa, konon pembina mrk yg juga kapolda Jabar gak berani keluar rumah karena ketakutan .� tulis Aditya yang dikirimkan ke BRO.

Aditya juga menyertakan sebuah foto yang memperlihatkan beberapa anggota GMBI tidak berdaya dan hanya pasrah duduk dihadapan warga yang marah.

Mantab, Debat Cagub: Niatnya Sindir Anies, Ahok-Djarot Malah Kena Malu Karena Rahasianya Dibongkar Anies


Calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyindir konsep menata kota tanpa menggusur yang diusung oleh calon nomor urut tiga, Anies Baswedan dalam membangun Ibu Kota. Bahkan, Ahok menyebut mendidik warga bukan seperti itu, yakni dengan memindah ke tempat yang lebih manusiawi bagi mereka yang tinggal di tepi sungai.

�Mendidik bukan seperti itu. Membiarkan warganya tidur di pinggiran kali, meskipun puoluhan tahun tinggal disana, kalau di pinggir kali ya itu salah. Kita harus tegas sebagai pemimpin,� papar Ahok dalam debat Pilgub DKI di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017).

Namun, Anies Baswedan justru menyindir balik Ahok dengan mempertanyakan komitmen politik yang pernah ia buat lima tahun silam. Bahkan, ia menegaskan dirinya bakal menjalankan komitmen itu jika mendapat amanah memimpin Jakarta.

�Kampung deret, dimana kontrak politik itu? Ini yang ditanda tangani 5 tahun lalu. Kami yang akan menjalankan,� jawab Anies menanggapi sindiran Ahok.

Mantan Mendikbud itu lalu membeberkan penataan kawasan pesisir sungai. Ia menyebut Jakarta bukan kota pertama yang memiliki program normalisasi kali.

�Ketika kami bicara pengelolaan kota di tepi sungai, Jakarta bukan kota pertama, di Yogya ada kali Code, warga bisa diajak dialog, bisa dilakukan peremajaan. Mereka dikasih kesempatan, pendidikan,� imbuhnya.

Selanjutnya, Anies menyindir kandidat nomor urut 1 yang ingin memberikan uang pada warga, RW dan program-program lainnya.

�Memberi sesuatu itu baik, tapi yang tidak kalah penting adalah memberikan harga diri melalui memberikan lapangan pekerjaan,� tandasnya.

Kapolda Jabar Ancam Umat Islam: Dalam Waktu Dekat Habib Rizieq Jadi Tersangka


Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan memastikan jajaran penyidiknya segera menentukan status hukum Muhammad Rizieq Shihab dalam kasus dugaan pelecehan terhadap Pancasila.

Sejauh ini, keterangan yang disampaikan Rizieq pada pemeriksaan Kamis kemarin, masih dilakukan pendalaman untuk dikonfrontasi dengan saksi-saksi lainnya. Di samping itu, penyidik juga akan melengkapi bukti-bukti lain dalam perkara ini.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat, bersangkutan (Habib Rizieq) akan dijadikan tersangka," kata Irjen Anton Charliyan di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Jumat, 13 Januari 2017.

Kapolda sebelumnya menyebut Habib Rizieq tidak kooperatif pada pemeriksaan kemarin. Saat diperiksa penyidik, Anton mengatakan, Rizieq Shihab membantah telah menistakan simbol negara dalam video dakwahnya berdurasi dua menit pada 2011 di Gedung Sate dengan dalih bukti rekaman tersebut diedit.

Kapolda Jabar: Tak Ada Anggota GMBI Pukuli Simpatisan FPI
"Yang bersangkutan kurang kooperatif dalam pemeriksaan. Dia menyatakan bahwa, 'Saya kalau ceramah itu 1 jam, sedangkan yang kita perlihatkan 2-3 menit�," kata Anton.

Bahkan, lanjut Anton, Rizieq enggan mengakui meski bukti otentik yang telah diverifikasi lewat saksi ahli diperlihatkan.

Sebelumnya, Habib Rizieq menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat terkait dugaan penodaan Pancasila sebagai simbol negara. Rizieq datang didampingi lima orang tim pengacaranya, serta dikawal ratusan simpatisannya.

Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan penodaan simbol negara Pancasila. Dari barang bukti yang ada, Rizieq menyebutkan Pancasila Soekarno, ketuhanan ada di pantat. Sedangkan Pancasila Piagam Jakarta, ketuhanan ada di kepala. (ase)

Memalukan, Nama Muhammadiyah Dicatut, PWM Jabar Kritik Kecorobohan Humas Polda


Siang tadi, Jum�at (13/1) halaman facebook Humas Polda Jabar sempat memuat postingan yang mengejutkan. Dalam postingan tersebuat disebutkan �Pimpinan Muhammadiyah Jawa Barat Mengecam Tindakan Anarkhis FPI�.

Sehubungan dengan berita tidak benar yang bersumber dari Humas Polda Jabar maka pihak PWM Jabar memberikan klarifikasi. �PW Muhammadiyah Jabar tidak pernah mengecam tindakan FPI tersebut, bahkan mendukung langkah langkah yang dilakukan dalam konteks da�wah amar ma�ruf nahi munkar�, tegas Rizal Fadillah, Sekretaris PWM Jabar.

Rizal menyayangkan pihak-pihak yang telah mebuat berita bohong dan memutarbalikkan fakta dari keadaan yang sebenarnya. Beliau meminta Humas Polda Jawa Barat menghapus berita tersebut dari konten pemberitaannya.

�Kami mengecam tindakan anarkis LSM GMBI yang telah memicu dan mengganggu kondusivitas kehidupan masyarakat Jawa Barat. Kapolda Jawa Barat untuk bersikap lebih bijak, melayani dan mengayomi, bukan membuat langkah yang bernuansa adu domba antar warga masyarakat Jawa Barat�, lanjutnya.

Saat berita ini diturunkan, pihak Humas Polda Jabar sudah menghapus postingan tersebut. Setelah ditelurusi, ternyata video tersebut bukan pernyataan dari pengurus PWM Jabar, melainkan pernyataan ormas lain. (sp/red)

Ulama Minta Kapolda Jabar Dicopot


Ulama Kharismatik asal Jawa Barat KH Muhammad Husni Thamrin mengecam keras tindakan brutal dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang menyerang anggota Front Pembela Islam (FPI) usai mengawal agenda pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Kamis (12/1) kemarin.

"Ini sebuah kelompok binaan, mereka ingin mengadu domba antar umat Islam," ujar Kyai yang akrab disapa Abi Thamrin itu kepada Suara Islam Online, Jumat (13/1).

Menurutnya gerakan tersebut sudah diperalat dan dijadikan alat untuk memecah belah, "Dan kemungkinan ini ada indikasi gerakan seperti PKI," ungkapnya.

"Dan yang saya dengar, kelompok itu dibina oleh Kapolda Jabar," tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan menuntut pertanggungjawaban Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan atas insiden ini. "Akan kita minta supaya dicopot," tegasnya.

PEMELUK KRISTEN : SEJAK AHOK JADI GUBERNUR, TOLERANSI AGAMA DI JAKARTA BERANTAKAN


Seorang pemeluk Kristen bernama Novita Siagian melalui akun Facebook pribadinya mengunggah foto dirinya dengan membawa tulisan : �I AM CHRISTIAN MY VOTE IS FOR SANDIAGA UNO OR YUSRIL! I.M #ASAL JANGAN AHOK�, senin (14/3/2016).

Novita yang mengaku pernah menjadi pendukung Ahok pada pemilihan Gubernur tahun 2012 ini memiliki alasan mengapa saat ini menolak Ahok. Novita menjelaskan bahwa sejak Ahok menjadi gubernur DKI Jakarta, suasana kehidupan toleransi beragama dan kebhinekaan menjadi berantakan.
�Please saya tidak Akan menjadi pahlawan kesiangan begini kalau saja ahok tidak mencemarkan agama kristen yang saya anut . Saya tahu diri Dari kecil hingga besar Kami HIDUP bertetanggaan dengan Muslim sangat baik . Semenjak Jokowi dan ahok masuk, HIDUP beragama dan berbhineka juga pancasila berantakan� tulis Novita.

Berikut ini tulisan lengkap Novita Siagian:

"Saya bangga memilih Calon gubernur DKI yg beragama Islam yg lebih berpendidikan, santun berbudaya.

Saya tahu etika Karena Jakarta mayoritas Muslim saya tahu budaya mana yg pantas dan tidak pantas . Walau saya hanya mantan orang Jakarta tapi saya tahu bagaimana Jakarta dulu sebelum ahok dan Jokowi masuk . Saya membela saudara-saudara saya yg masih besar dan HIDUP di Jakarta .

Please saya tidak Akan menjadi pahlawan kesiangan begini kalau saja ahok tidak mencemarkan agama kristen yang saya anut . Saya tahu diri Dari kecil hingga besar Kami HIDUP bertetanggaan dengan Muslim sangat baik . Semenjak Jokowi dan ahok masuk HIDUP beragama dan berbhineka juga pancasila berantakan.

Wajar kah penilaian saya ????

Boleh dong beda pendapat

Inilah pilihan saya .??

God bless everyone.

Puluhan Ribuan Massa Aksi Bela Ulama Datangi Mapolda Kalbar


Ribuan massa bergerak dari Halaman Masjid Raya Mujahidin menuju Mapolda Kalbar di Jalan Jend A Yani, Pontianak, Jumat (13/1/2017) sekitar pukul 13.15 WIB.

Aksi ini disebut sebagai Aksi Bela Ulama.

Tampak dari beberapa spanduk yang dibawa serta oleh massa dalam aksi ini.

Massa dari berbagai ormas Islam bergerak dengan long march berjalan kaki dan mengendarai roda dua, praktis membuat arus lalu lintas sempat padat, namun dapat kembali terurai setelah massa masuk ke Lapangan Jananuraga Mapolda Kalbar.

Kedatangan ribuan massa ormas Islam ini menemui Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak untuk berdialog atas insiden penolakan kedatangan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain oleh sekelompok massa di Bandara Susilo Sintang, Kamis (12/1/2017) pagi.

Pantauan Tribunpontianak.co.id, sepanjang jalan massa bersalawat dan takbir.

Personel TNI/ Polri pun berjaga-jaga di sepanjang jalan.

Beberapa di antaranya ikut mengawal massa dari Masjid Raya Mujahidin hingga Mapolda Kalbar.

16 Januari Umat Islam Akan Longmarch Tuntut Kapolda Jabar Mundur


Lima anggota FPI mengalami luka parah setelah diserang massa ormas GMBI di dekat Mapolda Jawa Barat, Kamis (12/1) kemarin. FPI lantas meminta polisi untuk menindak pelakunya karena videonya jelas ada.

�Saya rasa polisi harus kooperatif, harus bisa menindak siapa yang menyerang kami ketika itu terjadi. Justru kami yang menjadi korban sebenarnya,� kata Panglima FPI Maman Suryadi saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (13/1/2017).

Menurut Maman, penyerangan terjadi saat mereka sedang makan di sebuah restoran Sunda tak jauh dari Mapolda usai mengantar Habib Rizieq diperiksa.

�Ketika kami sedang istirahat makan siang di resto Sunda. Tiba-tiba mobil kita diserang, mereka konvoi di jalan kita sedang di dalam mobil diserang sama mereka, yang sampai dijahit itu ada lima orang,� ujar Maman.

Maman menjelaskan, saat itu massa sudah membubarkan diri dari menggelar aksi di depan Mapolda. Namun tiba-tiba ada sejumlah massa yang datang dan melakukan penyerangan.

�Kejadiannya itu sore, kita sudah bubar. Kan Habib Rizieq sudah keluar. Kita ngantarkan beliau, beliau juga langsung istirahat,� tutur Maman.

Maman juga mengungkapkan bahwa mereka akan menggelar aksi pada 16 Januari mendatang. Aksi tersebut berupa long march menuju Mabes Polri untuk menuntut pencopotan Kapolda Jabar.

�Tanggal 16 kan kita mau turun di Al Azhar, kita mau minta tuntutan pencopotan Kapolda Jawa Barat. Bersama umat Islam tentunya. Long marchnya dari al Azhar kita menuju ke Mabes Polri,� ungkapnya.(kl/dt)

Ketua Dewan Adat Dayak Sintang Minta Maaf atas Insiden Penghadangan Wasekjen MUI


Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang Periode 2017-2022, Jeffray Edward menyayangkan insiden penolakan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnaen oleh Forum Pemuda Dayak Sintang saat akan mendarat di Bandara Susilo Sintang, Kamis (12/1/2017) pukul 09:30 WIB.

�Saya selaku Ketua DAD Sintang Periode 2017-2022 menyayangkan kejadian ini. Ini bukan dalam wadah DAD. Ini spontan. Saya kaget dan langsung koordinasi dengan DAD Provinsi bagaimana menyikapi hal ini,� ungkapnya saat diwawancarai usai pelantikan DAD Sintang, Kamis (12/1/2017) siang.

Jeffray berharap seluruh masyarakat Dayak untuk bisa menahan diri. Ketua DPRD Sintang ini mengatakan insiden spontan tersebut bukan menolak dalam hal agama. Bukan pula menolak Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal tersebut adalah kesalahpahaman.

�Saya kaget sekali insiden ini, harapan saya tidak berulang. Pada prinsipnya kita ingin masyarakat Sintang aman. Saya atas nama DAD Sintang menyampaikan permohonan maaf jika ada hal tidak berkenan. Prinsipnya DAD siap jaga keutuhan dan persatuan masyarakat Sintang khususnya, Kalbar umumya dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). NKRI harga mati,� imbuhnya. [AW/Tribunnews]

Penghadangan dengan Sajam di Bandara, MUI: Itu Sangat Intoleran dan Radikal!


Sekelompok orang membawa senjata berpakaian adat Dayak melakukan penghadangan Ustadz Tengku Zulkarnain, Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, kamis (12/1/2017). Aksi tersebut terjadi  di Bandara Sintang saat beliau hendak mengisi Tabligh Akbar di Kalimantan Barat.

Menanggapi kejadian tersebut, Sekjen MUI Pusat, Ustadz Anwar Abbas merasa kaget dan aneh. Dirinya mempertanyakan prosedur pengamanan sekelas Bandara yang ada di Sintang.

�Kok bisa yang menghadang itu sampai di pesawat, Bandara itu keamanannya harus bagus, kok sampai ditangga pesawat ada orang bawa senjata. Itu mencerminkan negara tanpa hukum,� ujarnya pada Panjimas.

Menurut Ustadz Anwar jika kelompok orang tersebut tidak setuju atas kedatangan MUI masih dianggap wajar. Tapi mereka membawa senjata tajam, hal ini kata dia, harusnya Polisi sudah bertindak.

�Kalau ada orang nggak setuju sah-sah saja, tapi kalau ada yang pakai senjata kok bisa masuk bagaimana itu. Hah, bagaimana itu, Bandara lho itu, ini berbahaya sekali, kepolisian bagaimana ini?� cetusnya.

Perilaku kelompok orang berpakaian Dayak dan bersenjata kemudian menghadang sambil mengancam, memperlihatkan sikap intoleran yang nyata. Ustadz Anwar menyoroti keamanan yang ada di lokasi kejadian.

�Sangat intoleran, sangat radikal. Di Bandara kan ada peraturan itu, ini janggal. Bandara, kalau Polisi nggak tahu bagi saya aneh aja ini, kemana Polisi, kemana pihak keamanan Bandara? Kalau demo kan wajar dijamin undang-undang, tapi kalau membawa senjata tajam?� ujarnya.

Ustadz Anwar menilai seharusnya Polisi tanpa diperintah pun sudah bertindak, sebagai petugas keamanan.

�Bukan ditindak lagi, tanpa diingatkanpun itu sudah ditindak itu, memang tugas Polisi menindak peraturan.  Apakah Polisi ndak berdaya dengan mereka,� pungkasnya. [sy]

Thursday, January 12, 2017

Kapolda Jabar Anton Charliyan Akui Jadi Ketua Dewan Pembina Organisasi Anarkis GMBI


Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan membenarkan bahwa ia merupakan Ketua Dewan Pembina Organisasi Anarkis Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Menurutnya, ia tak hanya menjadi Ketua Dewan Pembina GMBI, tapi banyak ormas lainnya.

"Saya memang banyak membina. Bukan hanya satu, tapi banyak," kata Anton menjawab pertanyaan wartawan apakah dirinya merupakan dewan pembina GMBI atau bukan, Jumat (13/1/2017).

Di media sosial banyak ditemukan foto Anton tengah mengisi acara yang diselenggarakan GMBI. Dalam kurun waktu 12 jam terakhir, ada sejumlah akun Facebook yang memunculkan foto dan video Anton saat hadir di acara GMBI.

Nama ormas GMBI ramai dibicarakan belakangan ini lantaran markas mereka yang berlokasi di Ciamis dan Bogor dibakar massa. Peristiwa pembakaran terjadi pada Jumat (13/1) dini hari. Polisi menduga pelaku pembakaran adalah FPI.

Sehari sebelumnya, GMBI dan FPI melakukan aksi di depan Mapolda Jawa Barat. Dua ormas ini dalam posisi 'berhadap-hadapan'. Aksi dilakukan terkait pemeriksaan Habib Rizieq Shihab di Mapolda dalam kasus dugaan penodaan lambang, dasar negara Pancasila dan pencemaran nama baik Sukarno.

Usai aksi, terjadi keributan antar keduanya. FPI menyebut ada lima anggotanya yang dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani jahitan di lukanya.

"Ketika kami sedang istirahat makan siang di resto Sunda. Tiba-tiba mobil kita diserang, mereka konvoi di jalan kita sedang di dalam mobil diserang sama mereka, yang sampai dijahit itu ada lima orang," ujar Panglima FPI Maman Suryadi, Jumat (13/1).

sumber : detik

Kalau Korbannya ISLAM, Disebut Kejadian Murni Karena "SALAH PAHAM"


Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI), KH. Tengku Zulkarnain ditolak oleh warga Dayak saat kunjungannya ke Sintang, Kalimantan Barat, Kamis (12/1).

Penolakan itu terjadi sesaat ketika pintu pesawat terbuka dan hendak menurunkan penumpang di Bandara Susilo, Sintang, Kalbar, Kamis (12/1).

Pemuda dengan pakaian adat dayak dan bersenjata tajam menolak kedatangan Tengku Zulkarnain. Mereka berteriak "Ini tanah kafir, jangan diinjak!".

Akhirnya Garuda mengangkut kembali Wasekjen MUI ke Pontianak setelah pihak polisi meminta agar Wasekjen MUI tidak nekad turun pesawat, walau Tengku Zulkarnaen yang jiwanya benar Mujahid sejati tetap bersikeras untuk turun dari pesawat apapun yang terjadi (lihat video).

Insiden ini tentu menyentak umat Islam, Tidak pernah ada umat Islam dimanapun yang melarang-larang tokoh agama lain turun dari pesawat menginjakan kakinya di manapun.

Apakah kejadian ini dikecam pemerintah? Adakah suara Komnas HAM?


Yang ada adalah pernyataan tokoh-tokoh bahwa KEJADIAN INI MURNI KARENA SALAH PAHAM.

"Kejadian tersebut sepenuhnya berlangsung secara spontan akibat kesalahpahaman," kata Yakobus Kumin, Sekretaris MADN (Majelis Adat Dayak Nasional).
Sebagai informasi, MADN beberapa waktu sebelumnya MINTA FPI DIBUBARKAN.

Masyarakat Adat Dayak Minta FPI Dibubarkan
http://www.netralnews.com/news/kesra/read/35767/masyarakat.adat.dayak.minta.fpi.dibubarkan

Berikut VIDEO penolakan disertai ancaman dengan senjata tajam yang dilakukan sekelompok pemuda dayak terhadap Wasekjen MUI Tengku Zulkarnaen.

LIHAT VIDEO, APAKAH ITU "CUMA" KARENA KESALAHPAHAMAN?

Bagaimana mungkin bandara bisa dimasuki MASSA BERSENJATA? Cuma salah paham?

Bantah Berita Hoax! Wasekjen MUI Minta Bukti Kapan Dirinya Pernah Hina Suku Dayak

Wasekjen MUI Pusat, KH Tengku Zulkarnain membantah fitnah dan berita hoax yang beredar, bahwa dirinya pernah mencaci suku dayak.

Hal itu disampaikan KH Tengku Zulkarnain terkait latar belakang sekelompok orang yang mengatasnamakan suku dayak dan melakukan penghadangan dengan senjata tajam di Bandara Sintang, Kalimantan Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berita penghadangan terhadap KH Tengku Zulkarnain dimuat  beberapa media yang lebih dulu memposting, salah satunya portal media bernama Infoteratas.com, pada Kamis (12/1/2017) memuat kronologi aksi pemuda Dayak yang dipimpin oleh Sdr Andreas.

dapun kronologi pennlakan Tengku Zulkarnain oleh Pemuda Dayak Kab. Sintang sebagai berikut:

� Pada hari Kamis tanggal 12 Januari 2017 sekitar pukul. 09.30 wib bertempat di Gedung Pancasila Kel. Alai Kec. Sintang Kab. Sintang telah dilaksanakan kegiatan pelantikan pengurus DAD Kab. Sintang yang rencananya akan dilakukan oleh Ketua DAD Provinsi Kalbar sekaligus Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, SH, MH.

� Selanjutnya pada pukul. 09.45 wib para pemuda Dayak Kab. Sintang berjumlah sekitar 30 orang menggunakan 3 unit mobil yang dipimpin oleh Sdr. Andreas bergerak dari Gedung Pancasila Kel. Alai Kec. Sintang Kab. Sintang menuju ke Bandar Udara Susilo Sintang untuk menjemput kedatangan Ketua DAD Provinsi Kalbar Drs. Cornelis, SH, MH.

� Pada saat menunggu kedatangan Ketua DAD Prov. Kalbar Drs. Cornelis, MH, MH, para Pemuda Dayak DAD Kab. Sintang mendapatkan informasi tentang adanya kedatangan Tengku Zulkarnain, Ustad Provokator, sehingga langsung melakukan penolakan dengan menyampaikan beberapa hal melalui Sdr. Andreas sebagai berikut:

  1. Masyarakat Kab. Sintang khususnya warga Dayak Kab. Sintang menolak kedatangan Tengku Zulkarnain, Ustad Provokator dan melarang untuk menginjakan kaki ditanah Kab. Sintang.
  2. Warga Dayak Kab. Sintang menolak kedatangan Tengku Zulkarnain dikarenakan adanya statement/pernyataan dari Tengku Zulkarnain, Ustad Provokator di salah satu media sosial yang mengatakan bahwa warga suku Dayak kafir dan tidak pantas masuk Surga dan bahkan lebih buruk dari binatang.
  3. Bahwa warga Dayak Kab. Sintang tidak membenci MUI namun lebih kepada oknum dalam hal ini wasekjen MUI pusat Tengku Zulkarnain yang telah menghina suku Dayak.

� Melihat aksi yang dilakukan oleh para Pemuda DAD Kab. Sintang, selanjutnya pada pukul. 10.30 wib Tengku Zulkarnain, Ustad Provokator, beserta rombongannya tidak jadi turun dan tidak berani turun dari pesawat dan langsung meninggalkan Kab. Sintang menggunakan pesawat Garuda Indonesia menuju Pontianak.

Selama pelaksanaan aksi penolakan, situasi aman dan terkendali.

Tak hanya itu, beredar pula bocoran yang duduga surat dari Kasat Intelkam, kepada Kapolres Sintang, di media sosial yang isinya hampir sama persis dan beredar pada hari yang sama.
 Tak lama berselang, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto melalui keterangan tertulisnya di beberapa media, juga menyampaikan hal yang sama. Hal itu sebagaimana dimuat dalam Kompas.com, pada Kamis (12/1/2017).
 JAKARTA, KOMPAS.com � Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain dan rombongan ditolak menginjakkan kaki oleh sekelompok warga di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Penolakan terjadi di Bandar Udara Susilo Sintang, Kamis (12/1/2017), saat rombongan baru mendarat.

�Masyarakat Kabupaten Sintang, khususnya warga Dayak, menolak kedatangan Wasekjen MUI Pusat dan melarang untuk menginjakkan kaki di tanah Sintang,� ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto melalui keterangan tertulis, Kamis siang.

Rikwanto mengatakan, mulanya kelompok Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang hendak menggelar acara pelantikan pengurus yang dilakukan Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

Saat menunggu kedatangan Cornelis, warga mendengar informasi kedatangan Tengku dan rombongan.

Menurut informasi yang diterima Rikwanto, mereka menolak kedatangan tersebut karena pernyataan Tengku di media sosial yang menyinggung masyarakat dayak melalui media sosial.

Melihat aksi penolakan itu, Tengku dan rombongan tidak jadi turun dari pesawat. Mereka langsung lepas landas meninggalkan Sintang menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia menuju Pontianak.

�Selama pelaksanaan aksi penolakan, situasi aman dan terkendali,� kata Rikwanto.

Bantahan KH Tengku Zulkarnain

Redaksi Panjimas.com, kemudian mewawancarai Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain, terkait tuduhan tersebut. Wal hasil, KH Tengku Zulkarnain menyampaikan klarifikasinya.

�Saya datang untuk memenuhi undangan Bupati Sintang dan saya sebagai Wasekjen MUI, bukan anggota FPI. Tapi di berita yang beredar di media saya mau melantik GNPF-MUI, dari mana itu?� kata KH Tengku Zulkarnain kepada Panjimas.com, Kamis (12/1/2017).

Dia pun membantah bila pernah menyebut orang dayak sebagai orang kafir, tidak layak masuk surga dan lebih jelek dari binatang.

�Ada spanduk soal FPI, padahal saya bukan FPI. Tidak lama kemudian langsung ada berita di media sosial bahwa saya menyebut orang dayak kafir. Yang di media sosial itu kan ditulis, saya provokator, orang dayak tidak layak masuk surga, lebih jelek dari binatang. Kapan saya nulis begitu, di mana?� jelasnya.

Bahkan, KH Tengku Zulkarnain meminta pembuktian, kapan dan di mana ia pernah mencaci orang-orang Dayak, seperti berita hoax yang beredar.

�Kapan dan di mana saya pernah nulis itu? Ini kan sengaja dibuat, sementara orang-orang di Sintang ini tidak cek and ricek,� tegasnya. [AW]

Ucap Salam Tutup Instagram, Lindsay Lohan Masuk Islam?


Lindsay Lohan menutup akun Instagram miliknya sambil menuliskan "Alaikum salam" saat pindah ke Dubai. Mengucap salam saat berpamitan, Lindsay menimbulkan tanya apakah dirinya kini memeluk agama Islam.

Wanita yang akrab disapa LiLo itu tak berkunjung ke Dubai hanya untuk menikmati matahari dan laut saja, kunjungannya ke Dubai menjadi sebuah kesempatan baginya membuat sebuah awal baru yang nyata, seperti dilansir Emirates Woman.

Bintang Mean Girls yang berpindah tempat tinggal ke Uni Emirat Arab, akhir tahun lalu itu, telah menghapus semua konten akun media sosial baik Instagram maupun Twitter, pekan ini.

LiLo hanya meninggalkan sebuah salam umat Muslim, "Alaikum salam", yang berarti "kedamaian dan keselamatan bagi kalian semua" di akun Instagram miliknya. Demikian seperti dikutip dari muslimcouncil.

Aktris berusia 30 tahun tersebut berencana menghabiskan sebagian besar waktu tahun ini dengan menjadi seorang relawan di kamp-kamp pengungsi Suriah di Turki, dan mendirikan perusahaan produksi miliknya di Dubai.

Tim manajemen LiLo yang telah berada bersama dirinya selama beberapa bulan mengatakan, sang aktris sedang "dalam periode pembaharuan". LiLo juga telah mengakui ketertarikannya pada agama Islam lewat sejumlah interview di media.

"Saya sangat senang untuk mengarungi babak baru dalam hidup saya ini !" ungkap LiLo kepada Daily Mail sambil mengungkapkan sangat bahagia atas apa yang dialami di Tahun Baru.


"Kami sangat senang berada di sini bersama dengan tim Lohan, senang melihat reaksi semua orang menyambut tahun baru karena kami memiliki beberapa proyek besar di tahun ini," jelas manajer Lohan, Scott Carlsen, kepada organisasi berita Inggris.

LiLo juga mengaku senang bekerjasama dengan para wanita hebat di Dubai yang telah mengajarinya banyak hal.

"Saya telah bertemu dengan perempuan-perempuan hebat di sini, mereka benar-benar sangat kuat dan mereka telah mengajarkan saya banyak � Saya tidak berfikir orang menyadari betapa diterimanya bagi perempuan untuk menjadi perempuan kuat di Uni Emirat Arab. Ini merupakan hal yang sangat patut untuk dihargai," akunya pada sesi Interview dengan CNN Abu Dhabi terkait pekerjaanya dengan para pengungsi.

Sekadar diketahui, LiLo mengungkapkan, Dubai akan menjadi tempat tinggalnya saat ini. LiLo sejak lama telah memiliki hubungan dengan Timur tengah, awal tahun ini dia tengah belajar bahasa Arab, dia juga menghabiskan banyak waktu dengan menjadi relawan di kamp pengungsi warga Suriah.

LiLo mengakui, mempelajari keyakinan barunya sejak tahun lalu, setelah dia tertangkap kamera sedang membawa Alquran pada 2015 lalu.

"Sahabat-sahabat dekat saya di London dan Arab Saudi, yang selalu bersama dengan saya, mereka memberi saya Al Qur�an dan saya membawanya ke New York karena aku sedang mempelajarinya," ungkap Lohan pada program TV Turki Haber Turk.

"Alquran membuka pintu bagi saya untuk mengalami perjalanan spiritual, untuk menemukan arti hidup sebenarnya. Ini lah aku apa adanya," jelasnya. (rn)

Catatan Saksi Mata di Mapolda: FPI Itu Ternyata....


Front Pembela Islam atau FPI kerap diidentikkan dengan organisasi masyarakat (ormas) yang radikalis dan antitoleran. Belum lagi mendapat label sebagai "preman berjubah". Apakah benar demikian?

Adalah Dimas Ariesetiadi yang 'awalnya' punya pandangan yang tak jauh beda seperti yang orang sangkakan. Akan tetapi, warga Bandung itu mencoba membuktikannya ketika di Mapolda Jawa Barat, kemarin (12/1/2017). Berikut catatannya:

---

Rasa penasaran dan kepo akan FPI Alhamdulilah akhirnya terpenuhi, karena semua ga cukup dengan hanya melihat di media, dan ga cukup hanya katanya dan katanya. Guru terbaik adalah pengalaman.

Hari ini Rasa penasaran memuncak, dan kebetulan Ormas Islam ini sedang berkumpul di Bandung untuk mengawal pemeriksaan Ketua umum FPI Habib Rizieq di Mapolda Jabar. Pukul 09.00 saya seorang diri bermodal nekat dan kamera hp langsung bergegas menuju ke Mapolda Jabar.

Pukul 09.30
Sampai disana saya tertegun, banyak sekali masa nya lautan manusia berbaju putih, dan ga cuman ikhwan, banyak juga akhwat nya, bahkan ada beberapa ikhwan yg juga membawa anaknya. Disini ada 2 kubu yg pertama FPI yg mengawal, kedua GMBI sebagai pelapor. Tp yg saya bahas disini adalah FPI.

Disana saya disuguhi oleh beragam hal yg membuat saya seperti di tempeleng karena cuman liat mereka di media, dan mendengar katanya-katanya. katanya mereka itu preman dan apalah yg orang-orang bilang, tau apa yg saya dapat? saya mendapatkan ratusan senyuman manis dari wajah berjanggut mereka, orang yg ga saya kenal, Subhanallah. Dan dari wawancara singkat saya, mereka itu Ormas yg punya SOP dan menjalankan SOP nya, mereka menyediakan tempat dan tim medis, lalu konsumsi untuk para anggota nya, bahkan ada anggota yg khusus untuk membersihkan sampah-sampah yg berserakan.

Lalu sang orator FPI seperti sengaja hanya menggunakan pengeras suara yg ga begitu keras, padahal ada juga pengeras suara lainnya yg saya yakin suaranya bakal sama kaya yg di pake kubu GMBI. Bisa saya simpulkan itu untuk tidak memprovokasi dan agar hanya anggota FPI saja yg mendengar.

Provokasi? FPI radikal? orator berkali-kali mengatakan, "GMBI itu saudara kita, hanya ada kekuatan politik dibelakangnya yang menggerakan mereka". Apa ada kata-kata provokasi dari sang orator? GA ADA, benar-benar tidak ada. Yang ada orator terus melantunkan pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, dan dukungan untuk para habib dan ulama yg secara ngga sengaja membuat saya seperti di tempeleng, lalu ikut melantukan nya. Lalu orator pun menyampaikan bilamana NKRI itu harga mati seraya menyanyikan lagu Indonesia Raya. Merindiinggg...liat dan dengarnya.


Sempat ada beberapa kali Provokasi dari masa GMBI yg ada di seberangnya tp pihak FPI dan Polisi juga saling membahu untuk menenangkan. Dan pertama kali nya saya melihat kawat berduri yg besar ituloh secara langsung. Oh iya, disana itu ada 2 kubu, tp media-media seperti CNN dan KOMPAS memasang kamera hanya ke arah Kubu FPI dan mereka diam saja tidak melakukan liputan atau perekaman gambar, pikiran saya saat itu, mungkin mereka menunggu moment tepat yg bisa jadi berita. Wallahu'alam bissawab.

Pukul 11.49
Pihak GMBI masih melakukan orasi-orasi yg memanaskan panasnya siang ini di Bandung, dan Pihak FPI, Mereka membubarkan diri, iya membubarkan diri dan bersiap mengambil wudhu untuk bersujud di waktu dzuhur kepada sang Maha Pencipta, Allah SWT.

Mereka Berwudhu menggunakan air seadanya, bener-bener seadanya 1 botol berdua, dan ada yg tayamum, ditampar lagi dan lagi saya hari ini, mungkin mereka lebih taat dan mengerti agama di banding saya, dan saya hanya bisa menjustifikasi mereka dari apa yg di beritakan media. Astaghfirullah hal adzim.

Pukul 12.01
Adzan Dzuhur berkumandang, Muadzin Adzan menggunakan pengeras suara yg lebih keras saat itu, masa dari GMBI di seberangpun hanya terdiam, tidak melakukan hal yg serupa. semua anggota FPI langsung membentuk shaf di terik dan panasnya matahari di tengah Jl. Soekarno Hatta kota Bandung. Ini pertama kali nya saya melihat ada Umat yg begitu banyak Sholat di tengah jalan di depan Mapolda ini pemandangan yang epic dan menggetarkan hati membuat saya berkaca-kaca.

Setelah mereka sholat berjamaah, mereka kembali ke barisan dan menyantap makan siang yg telah disiapkan. Sembari mereka menyantap saya sempat beberapa kali ikut di tawari makanan dan minuman. Tapi waktu semakin siang, saya memiliki kesibukan lainnya, dan sebelum pulang saya mendapat foto epic seorang anggota FPI dari belakang, ia mengenakan baju seragam FPI berwarna putih bertuliskan " KATAKANLAH YANG HAK ITU HAK, DAN YANG BATIL ITU BATIL, WALAUPUN HARUS DI PENJARA ATAUPUN DIBUNUH SEKALIPUN " Tapi bukan itu yg membuat saya tertegun dan mengatakan itu foto yg sangat epic, tapi apa yang ada di tangannya, sebuah tasbih dan dengan bergantian di gerakan oleh ibu jarinya, SUBHANALLAH, diterik panas di keadaan yang tidak kondusif seperti ini beliau masih dan masih bertasbih menyebut asma mu ya Allah. Hati saya teriris, merintihkan air mata seraya meninggalkan mereka semua disana karena hari semakin panas.

Apa yang saya dapat hari ini, merupakan pengalaman yang sangat indah dan pembelajaran yg sangat berharga, Alhamdulilah. Satu yang saya simpulkan, Jangan pernah menjustifikasi seseorang atau suatu kelompok dengan yg buruk, karena belum tentu kita lebih baik dari mereka. akhir kata saya ingin mengatakan bilamana FPI itu ternyata, SUBHANALLAH, KEREN PISAANN EUY!!! Dilain waktu ingin rasanya ikut kembali melihat atau ikut aktifitas mereka, atau bahkan bisa bertemu langsung dengan Ketua umum FPI, tadi saya terburu-buru jadi tidak sempat melihat beliau hehehe.

Semua tulisan saya ini pengalaman nyata saya siang tadi di depan Mapolda Jabar dari Pukul 09.30 - 13.30, Mohon maaf bila acak-acakan saya baru pertama kali juga menulis sepanjang ini. Terimakasih, semoga bermanfaat. (bd)

Tengku: Tangkap Saya, Laporkan Polisi kalau Memang Saya Menghina Dayak


Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengatakan dia masih akan kembali ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, meski dihadang oleh masyarakat adat Dayak setempat. Insiden itu terjadi di landasan pacu Bandar Udara Susilo Sintang, saat Tengku baru akan turun dari pesawat yang tiba dari Pontianak.

Saya besok kembali lagi. Tadi saya dihubungi Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Kalimantan Barat, mereka menjamin tak ada apa-apa,” ujar Tengku saat ditelepon Tempo, Kamis, 12 Januari 2017.

Menurut Tengku, Bupati Sintang yang mengundangnya sudah berdiskusi dengan kepolisian terkait dengan situasi keamanan. “Belum tahu kapan berangkat, mereka yang beli tiket. Kalaupun tak ada (pengamanan), ya, itu risiko pendakwah. Saya biasa dakwah ke mana-mana sendiri,” ujarnya.


Tengku mengaku dihadang oleh sedikitnya 30 orang berpakaian adat Dayak. Kelompok penghadang, yang merupakan anggota Dewan Adat Dayak itu, ujar Tengku, sempat menghunuskan senjata tajam. “Mereka membawa mandau. Saya bingung kenapa senjata begitu bisa masuk ke runway (landasan pacu pesawat),” katanya.

Dia mengatakan masyarakat adat Dayak tersebut membawa spanduk yang berisi penolakan terhadap Front Pembela Islam (FPI). Spanduknya dicetak rapi, tak mungkin spontan. Isinya menolak FPI, saya kan bukan FPI, saya (dari) MUI.

Tengku menyayangkan sikap kelompok yang menolaknya, terutama karena tak memberi kesempatan berdialog. Kalau mau, saya kan bisa jelaskan, saya MUI bukan FPI, kan saya datang mau ceramah. Ini belum diberi kesempatan, saya diserbu,” tuturnya.

Dia menampik tudingan bahwa dia sempat melecehkan suku Dayak. Tudingan itu disebut-sebut menjadi alasan penolakan terhadap Tengku dari Dewan Adat Dayak. Pihak MUI pun, ujar Tengku, belum mendapat konfirmasi mengenai alasan penolakan tersebut.

Kalau ada buktinya, tangkap saja saya, lapor polisi. Buktinya mana, tolong jangan katanya, katanya, kan tak elegan, ucap Tengku.

Tengku belum berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Meskipun begitu, dia belum memastikan ada tidaknya upaya hukum yang akan dilakukan kemudian. “Saya pribadi tak lapor, tapi belum tahu kalau institusi (MUI), karena saya datang membawa nama MUI juga. Kan saya Wasekjen.”

Ustad yang mengaku sudah berdakwah selama lebih dari 15 tahun ini berujar akan menunggu keputusan rapat MUI mengenai tindak lanjut aksi penolakan itu.