• Politik

    membicarakan semua tentang yang berbau politik nusantara mauppun luar negri. disajikan oleh admin - newsmuslimindo.blogspot.com...

  • Berita

    membicarakan semua tentang Berita internasional maupun nasional. disajikan oleh admin - newsmuslimindo.blogspot.com...

  • Sekedar Opini

    membicarakan semua tentang Opini internasional maupun nasional. disajikan oleh admin - newsmuslimindo.blogspot.com...

Thursday, February 16, 2017

[Video] Sambil Gesek-gesekkan pedang ke Wajah dan tangan, Bapak ini tantang Balik Ahoker yang Ancam Potong Tentara


[Video] Sambil Gesek-gesekkan pedang ke Wajah dan tangan, Bapak ini tantang Balik Ahoker yang Ancam Potong Tentara

Berita Islam 24H - Saat ini sedang heboh dengan beredarnya video youtube pendukung Ahok saat berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) wilayah Jakarta mengancam tentara. Dalam video tersebut terlihat pendukung Ahok mengucapkan ancaman terhadap tentara.

�Tu anak siapa itu anak kecil tadi eh.. tentara gua potong di sini, apalagi elu ye� ancam pria berbaju kotak-kotak. Provokasi pendukung Ahok itu langsung diamankan warga agar tidak menyulut kemarahan rakyat yang berada di sekitar TPS.

Menanggapi hal tersebut, seorang pria paruh baya menantang balik pendukung Ahok yang sesumbar akan memotong Tentara untuk berduel.

Sambil menggesek-gesekkan pedang ke arah tangan, leher dan wajah, bapak ini bilang:

Hallo selamat siang, hei iwan.
Terserah deh lu, nama lu iwan kek, kadal kek, kuntilanak kek, genderuwo kek, gw gak peduli sama nama lu, yang gw tau lu bopeng.
Lu anak mana lu, ngaku-ngaku anak matraman, lu gak kenal ama gw?
Gila lu, lu nantang-nantang tentara, mau dipotong segala, lu punya ilmu apaan emangnya?
Lu jangan ngomong masalah tentara, tentara di indonesia jutaan, lu hadapin gw aja dulu.
Nih buktinya nih, iwan kadal, bopeng
Nih lu liat nih, pedang pedang nih pedang
Nih pedang nih, mana lu ngomong doang iwan ni.
Tar gw samperin tongkrongan lu ye
Lu belum selesai sama gw lu iwan, kadal, buncit...

Berikut videonya:

Fahira Idris Ajak Pendukung AHY Menangkan Anies-Sandi


Fahira Idris Ajak Pendukung AHY Menangkan Anies-Sandi

Berita Islam 24H - Hasil perhitungan cepat berbagai lembaga survei menunjukkan bahwa pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berpotensi maju di putaran ke dua. Walau hasil resmi perolehan suara Pilkada DKI Jakarta baru akan diumumkan akhir Februari mendatang.

Fahira Idris Anggota DPD RI yang juga mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni mengajak para pendukung AHY-Sylvi untuk memenangkan Pasangan Anies-Sandi di putaran ke dua nanti.

"Saya menghimbau kepada semua pendukung AHY-Sylvi untuk rapatkan barisan dan kembali kumpulkan kekuatan untuk memenangkan Anies-Sandi pada putaran kedua nanti," kata Fahira, Kamis (16/2).

Ia beralasan visi misi dan nilai-nilai yang diperjuangkan AHY-Sylvi saat kampanye senada dengan Anies-Sandi jika nanti terpilih. "Kita sama-sama tegas tolak penggusuran dan reklamasi. Kita sama-sama punya ketegasan berantas miras dan kita punya komitmen merangkul semua warga Jakarta dan menghormati ulama," katanya.

Putri dari Tokoh Senior Golkar Fahmi Idris ini yakin jika pendukung AHY-Sylvi solid mendukung Anies-Sandi maka keinginan warga Jakarta mendambakan pemimpin yang lebih baik akan terwujud.

"Saatnya kita warga Jakarta menunjukkan bahwa kitalah yang paling berhak menentukan wajah kota ini, bukan segelintir elit dan golongan," ujar Fahira. [beritaislam24h.id / rci]

PKS: Sudah Ada Pertemuan dengan Timses Agus-Sylvi


PKS: Sudah Ada Pertemuan dengan Timses Agus-Sylvi

Berita Islam 24H - Pergerakan kubu Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendekati pihak Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni makin gencar. Pengusung Anies-Sandiaga, PKS menyatakan telah bertemu pihak Agus-Sylvi yang tersingkir dari kancah Pilgub DKI.

"Secara prinsip tentu banyak pihak melakukan komunikasi kepada kami. Termasuk kawan-kawan yang menjadi Timses Agus-Sylvi," ungkap Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Hidayat pun menyatakan komunikasi antara kubunya dengan pihak Agus-Sylvi sudah dilakukan. Bahkan pertemuan akan kembali dilakukan lagi sore nanti.

"Sore ini juga ada pertemuan. Tadi juga ada. Mereka komunikasi dengan kita," kata Hidayat.

Sayangnya pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua MPR itu tidak menjelaskan siapa yang melakukan pertemuan itu. Namun Hidayat menyatakan pertemuan juga termasuk dengan antar-pimpinan.

"Pasti dengan pimpinan lebih banyak lagi. Secara prinsip semua ingin suskeskan dengan cara maksimalkan potensi," tuturnya.

Menurutu Hidayat, pertemuan kubu Anies-Sandi dengan pihak Agus-Sylvi bukan hanya dengan timses saja, namun juga dengan partai pengusung. Hanya saja dia tidak menegaskan partai pengusung Agus-Sylvi mana yang ikut dalam pertemuan, apakah hanya Partai Demokrat atau juga dengan PKB, PAN, dan PPP.

"Komunikasi dilakukan baik oleh partai maupun timses maupun komunitas. Pertemuan juga sebagian sudah berjalan. Sudah di-arrange biar semua jadi bagian yang berlaku dalam konteks memeriahkan Pilkada DKI," jelas Hidayat.

Gerak cepat partai pengusung Anies-Sandi agak berbeda dengan kubu Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang juga masuk dalam putaran kedua Pilkada DKI. Ketum Partai Golkar Setya Novanto menyebut belum ada pertemuan antara pihaknya dengan tim atau partai pengusung Agus-Sylvi.

"Belum. Nanti kita runding dulu dengan koalisi yang lain. Kita akan bicarakan dengan PDIP, NasDem, Hanura, gimana kita akan bicarakan lebih dalam lagi tentang ini," terang Novanto, Kamis (16/2). [beritaislam24h.id / dc]

Sulit dimengerti ada TPS yang suaranya 100 persen Pilih Ahok-Djarot, Suara dari Saksi yang lain Kemana?


Sulit dimengerti ada TPS yang suaranya 100 persen Pilih Ahok-Djarot, Suara dari Saksi yang lain Kemana?

Berita Islam 24H - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menilai ada yang salah dalam rekapitulasi penghitungan suara dalam Pilkada DKI, terkait adanya TPS yang memenangkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

"Sangat sulit dimengerti ada TPS yang bisa suaranya 100 persen untuk salah satu paslon. Terjadi masalah rekapitulasi dan ini menjadi perhatian kita," kata Ferry saat dihubungi Rimanews, hari ini.

Pada pencoblosan Pilkada DKI Jakarta kemarin ada TPS yang memenangkan pasangan Ahok-Djarot dengan suara 100 persen. Salah satu contoh di TPS 32 Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahok-Djarot mendapatkan 449 suara, sementara dua pasangan lain nihil dan tidak sah sebanyak 3 suara.


Padahal menurut Ferry, yang juga juru bicara tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, pasti ada suara untuk pasangan lainnya, dari saksi yang hadir di tiap-tiap TPS.

"Kami melihat kecurangannya bukan di TPS karena data rekapnya bermasalah," ujar Ferry.

Keadaan ini nanti akan dibuktikan dengan data asli yang dipunya oleh relawan Anies-Sandi. Karena dirinya menilai data yang di partai Gerindra, berbeda dengan apa yang telah direkap oleh petugas PPS.

Sementara, mengenai hasil hitung cepat, Ferry menyebut dari hitung-hitungan real, pasangan Anies-Sandi ternyata menjadi pemenang pilkada DKI.

"Dari data yang kami punya, Anies-Sandi unggul, walaupun tidak mencapai 50 persen plus 1," tandasnya. [beritaislam24h.id / rnc]

Thursday, February 9, 2017

Longmarch dan Deklarasi Ormas Islam Bekasi Raya Dimulai


Longmarch dan Deklarasi Ormas Islam Bekasi Raya Dimulai

Berita Islam 24H - Aksi longmarch dan deklarasi Ormas Islam Bekasi Raya, Jum�at (10/2/2017) siang ini dimulai.

Aksi yang bertolak dari Islamic Center, Jl Ahmad Yani, Kota Bekasi ini rencananya akan bergerak menuju Tugu Perjuangan di sekitar Jalan Veteran, Kota Bekasi.

Longmarch dipimpin oleh Ustadz Bukhori, sementara para tokoh Islam Bekasi lainnya juga turut hadir diantaranya, Ustadz Very Kustanto, Ustadz Murhali Barda, Ustadz Abdul Qodir Aka dan lain-lain.

Hingga berita ini diturunkan, aksi dengan tema �Bela Al-Quran, Bela Ulama dan Bela NKRI� diikuti ratusan kaum Muslimin yang hadir dari berbagai elemen umat Islam.




Jokowi Terbukti Enggak Mikir, Program Yang Dicanangkan Cuma Di Awang-Awang


Jokowi Terbukti Enggak Mikir, Program Yang Dicanangkan Cuma Di Awang-Awang

Berita Islam 24H - Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak bisa disalahkan terkait persoalan ekonomi yang saat ini dihadapi. Penilaian tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Ketua Presidium Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Arief Poyuono, kepada Kantor Berita Politik RMOL pagi ini (Jumat, 10/2).

"Sebenarnya bukan masalah dari kemampuan seorang Darmin dan Sri Mulyani sebagai motor Tim Ekonomi Pemerintahan Joko Widodo-JK dalam memanajemeni perekonomi nasional dan program-program pembangunan nasional," ucapnya.

"Tetapi lebih disebabkan mimpi Joko Widodo dalam program pembangunan ekonomi yang terlalu optimis dan tidak pakai metode perencanaan yang benar," sambungnya.

Akibatnya, dia menambahkan, program-program pembangunan yang dicanangkan Jokowi cuma di awang-awang atau lebih besar pasak dari tiang.

"Disini terlihat Jokowi enggak pakai mikir membuat sebuah perencanaan asal gagah-gagahan saja akhirnya mangkrak," tegasnya.

Misalnya, pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) di Palembang dan Cibubur (Jakarta) yang terancam mangkrak. Arief menjelaskan keuangan Adi Karya dan Waskita Karya sudah berdarah-darah untuk menalangin dana pembangunan proyek kereta api ringan tersebut. Apalagi, belum ada kontrak kerja antara pihak owner (pemerintah) dengan pihak kontraktor.

"Akibatnya tidak dianggarkan biayanya di APBN. Sekalipun diangggarkan juga, negara enggak punya dana cukup," tegasnya.

Dia menjelaskan hal tersebut menyalahi sejumlah peraturan perundang-undangan. Seperti UU 1/2004 Perbendaharaan Negara, UU Keuangan Negara 17/2003, UU Antimonopoli 5/1999, UU dan Peraturan tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

"Akan menimbulkan masalah hukum dan bisa mangkrak karena biaya ditanggung Adikarya dan Waskita Karya sendiri kayak proyek monorel yang jadi tugu di Jakarta," tandasnya. [beritaislam24h.id / rmol]

Yusril: Pemunculan Simbol Komunis Seperti Sengaja dan Sistematis


Yusril: Pemunculan Simbol Komunis Seperti Sengaja dan Sistematis

Berita Islam 24H - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengingatkan umat Islam agar mewaspadai munculnya simbol palu arit di berbagai tempat. Pemunculan simbol komunis itu tampak seperti sengaja, sistematis, dan makin hari makin meluas.

"Saya menyerukan kepada warga, simpatisan dan pendukung Partai Bulan Bintang khususnya dan umat Islam umumnya agar berhati-hati dan waspada," kata Yusril rewat pesan tertulisnya Republika.co.id, Jumat (10/2).

Simbol palu arit yang merupakan lambang komunis dan Partai Komunis Indonesia (PKI), belum lama ini secara tiba-tiba muncul di Madura, dekat pondok pesantren yang besar dan berpengaruh, Pesantren Banyu Anyar dan Darut Tauhid.

Di daerah-daerah lain, kata Yusril, simbol komunis itu sering pula dimunculkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Yusril mengatakan, Munculnya simbol komunis itu bisa benar-benar dilakukan oleh anak cucu dan simpatisan PKI zaman dahulu. Namun, kata dia, bisa pula aksi pancingan agar ada keresahan dan kemudian reaksi dari umat Islam.

"Dalam sejarah politik di negeri kita, warga Bulan Bintang atau keluarga Masyumi adalah sasaran utama PKI untuk dihabisi," katanya.

Baca juga, Diduga Ada Pihak Tertentu Gambar Loko PKI di Kamar Mandi Masjid Ini.

Pembunuhan dan pembantaian terhadap keluarga Masyumi, kata dia, mulai terjadi sejak Peristiwa Madiun tahun 1948. Pembunuhan terus berlanjut secara sporadis sampai Masyumi dibubarkan tahun 1960, yang salah satu penyebabnya adalah sikap anti-komunis dan anti-nasakom yang dipaksakan untuk diterima di zaman itu.

Bangsa Indonesia, kata dia, sedang diuji dan diobok-obok dimulai dengan keresahan dan menumbuhkan rasa curiga satu sama lain. Kecurigaan ini nilainya, lama kelamaan bisa memancing bentrokan.

"Inilah yang dinamakan konflik sosial yang mendorong terjadinya perang saudara. Kalau bangsa ini terpecah belah, dengan mudah negara ini jatuh pada kekuatan-kekuatan asing," katanya.

Sejalan dengan amanat ketetapan MPRS tahun 1966 yang hingga kini masih berlaku, kata Yusril, pemerintah seharusnya bersikap tegas menindak penyebar simbol-simbol komunisme yang meresahkan masyarakat.

Arahan seperti itu, kata Yusril, seharusnya datang dari Presiden dan dilaksanakan secara konsisten oleh aparat penegak hukum di seluruh Tanah Air. "Jangan keadaan seperti ini dibiarkan berkembang dalam masyarakat kita," katanya.

Kepada segenap warga, pendukung, dan simpatisan Bulan Bintang, Yusril menyerukan, agar meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, warga PBB dan keluarga besar Masyumi diimbau tetap sabar dan berhati-hati, serta mewaspadai ancaman yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Yusril menyebut, dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan serta keyakinan kepada ajaran Islam, umat Islam dapat menghindari provokasi yang bertujuan memecah belah masyarakat. Begitu juga, dengan pemahaman yang sungguh terhadap makna Pancasila, bangsa Indonesia akan terhindar dari provokasi PKI.

"Pancasila dapat menyatukan seluruh komponen bangsa, sebaliknya komunisme tidak mendapat tempat di negara yang berlandaskan kepada Pancasila," katanya. [beritaislam24h.id / rci]

Demi Ahok, Mendagri Rela Melanggar Undang-Undang


Demi Ahok, Mendagri Rela Melanggar Undang-Undang

Berita Islam 24H - Eks Relawan Jokowi, Ferdinan Hutahean menilai alasan-alasan yang dikemukakan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo soal pemberhentian Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI, semakin membuktikan keberpihakan pemerintah.

Ferdinan menyebut, pemerintah seolah jadi sosok orang tua yang sudah pikun, sehingga lupa bahwasanya mereka pernah memberhentikan kepala daerah dengan menjadikan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, sebagai dasar.

�Pemerintah menjadi pikun dan lupa atas keputusan-keputusan yang pernah dilakukannya kepada kepala daerah yang lain dinonaktifkan saat menjadi terdakwa. Namun menjadi lain ketika untuk Ahok,� paparnya dalam keterangan tertulis yang diterima Aktual.com, Jumat (10/2).

Dengan sikap itu, Tokoh Rumah Amanat Rakyat ini tak ragu memberikan predikat diskriminatif kepada pemerintah. Barang tentu, sambung dia, amanat Pasal 83 UU Pemerintahan Daerah sudah dikangkangi oleh Joko Widodo Cs bilamana tetap mempertahankan Ahok.

�Pemerintah akan melakukan diskriminasi penegakan hukum, dan pemerintah jelas akan melanggar UU jika tidak menonaktifkan Ahok,� ujar Ferdinan.

Bahkan menurut Ferdinan, alasan Mendagri ihwal pemberhentian Ahok yang diutarakan sejak kasus penodaan agama masuk ke pengadilan, merupakan retorika yang menunjukkan posisi pemerintah dalam Pilkada DKI 2017 ini.

�Jangan mensiasati penegakan hukum dengan retorika kata-kata yang justru menunjukkan bahwa pemerintah tidak netral dalam pilkada ini. Dan pemerintah bahkan berani melanggar UU hanya untuk Ahok,� pungkasnya. [beritaislam24h.id / akt]

Diperiksa Terkait TPPU, Bactiar Nasir Sebut Uang Berasal dari Umat untuk Bela Islam


Diperiksa Terkait TPPU, Bactiar Nasir Sebut Uang Berasal dari Umat untuk Bela Islam

Berita Islam 24H - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bachtiar Nasir menyatakan siap menjalani pemeriksaan tekait tindak pidana pencucian uang (TPPU). Bactiar siap diperiksa karen tidak merasa ada aturan hukum yang telah dilanggarnya.

Terkait isi pemeriksaan untuk perkara tindak pidana pencucian Bactiar menyampaikan, menurutnya bahwa uang tersebut merupakan uang amal dari peserta aksi bela Islam yang diberikan secara sukarela tanpa paksaan.

"Anda tahu kan orang Indonesia yang bersedekah Lillahita'ala pokoknya kepentingan mereka ke ahirat saja dan ini Bela Islam," katanya kepada wartawan di Kantor Kementerian Kelautan untuk menjalani pemeriksaan pada hari ini, Jumat (10/2).

Untuk itu kata dia, terkait pemeriksaan untuk perkara pencucian uang ini tidak dilihat semata-mata uangnya saja, akan tetapi kepentingat umat Islam untuk membela agamanya seperti yang diperintahkan di dalam Alquran untuk beramal shalil lewat infaq.

"Ini orientasinya ke akhiratan ya," ujarnya.

Bactiar mengakui jika yayasan yang menurut polisi bermasalah dalam hal pemindahan uang, karena yayasa itu merupakan sebuah lembaga yang kepanitiaannya masih ad hock, sehingga tidak sempat membuat rekening khusus dalam mengelola uang sumbangan.

"Akhirnya kami kemudian melakukan semacam kerja sama secara lisan meminjam rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua supaya ini dapat dikontrol," katanya.

Bactiar menyampaikan, karena Yayasan Keadilan Untuk Semua itu sudah berbadan hukum, maka secara spontan GNPF-MUI melakukan kerja sama secara lisan untuk menyimpan uang sumbangan. "Sebetulnya sudah ada draft aggrement ya, karena percepatan umat sudah menunggu akhirnya bukalah rekening itu," katanya. [beritaislam24h.id / rci]

Ahok Aktif Lagi? Bisa Hancur Negeri Ini "Iso Bubrah Negoro Iki Kalau Ngene Corone"


Ahok Aktif Lagi? Bisa Hancur Negeri Ini "Iso Bubrah Negoro Iki Kalau Ngene Corone"

Berita Islam 24H - KEMBALI penulis berpindah dari satu Warung Hik ke Warung Hik yang lain, bertanya dari satu teman di satu Lapau ke teman Lapau yang lain, sekedar untuk mencari tahu 'analisis' versi Hik Mania dan 'info' versi Kaba Lapau terkait rencana pemerintah akan mengaktifkan kembali Ir. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta setelah selesai masa cuti kampanye yang tengah menyandang status Terdakwa.

Sebagaimana pernah penulis tulis pada tulisan terdahulu, menurut pengalaman biasanya 'analisis' Hik Mania dan 'info' Kaba Lapau itulah suara hati paling dalam dari rakyat akar rumput, rasa keadilan yang berkembang di tengah masyarakat, dan nuansa kebathinan yang paling murni rakyat. Jika suara rakyat adalah suara Tuhan maka bisa dirasakan bahwa suara hati, rasa keadilan, dan nuansa kebathinan yang diwakili Hik Mania dan Kaba Lapau itulah rasanya suara Tuhan itu. Dan menentang suara, rasa, dan nuansa itu serasa menentang hukum alam yang merupakan sunnatullah.

Tentu saja hampir tidak ada yang mengutip nomer-nomer pasal dan ayat UU dalam dialog Hik Mania dan Kaba Lapau tersebut. Bukan karena mereka tidak mau tetapi memang mereka tidak tahu. Pemahaman mereka terbentuk melalui serangkaian informasi yang membentang sepanjang waktu yang terus-menerus. Memori mereka menyimpan dengan jelas bahwa setiap Gubernur, Bupati, dan Walikota yang menyandang status terdakwa diberhentikan sementara. Rangkaian informasi dan peristiwa tentang perisiwa pemberhentian sementara kepala yang berstatus terdakwa itulah yang membentuk suara hati, rasa keadilan, dan nuansa kebathinan mereka.

Merekapun merakam dengan jelas statement pemerintah diawal Ahok sebagai Terdakwa di awal masa kampanye, "Ahok akan diberhentikan sementara setelah pemerintah mendapat nomer registrasi perkara dari Pengadilan Negeri yang menyidangkan Ahok".

Di tengah masa kampanye rekaman memori mereka ditambah dengan statemen baru pemerintah, "Ahok dan Wagub kan sedang cuti kampanye dan Plt Gubernur DKI juga sudah dilantik, nanti setelah selesai masa kampanye baru Ahok diberhentikan dan Wakil Gubernur akan jadi Plt Gubernur".

Dan diakhir masa kampanye Ahok sebagai Calon Gubernur patahana kembali Hik Mania dan Kaba Lapau mendengarkan statement baru pemerintah, "Pemberhentian Ahok nanti setelah Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutannya. Apakah tuntutan Jaksa Penuntut Umum diatas lima tahun atau dibawah lima tahun, baru setelah itu pemerintah mengambil sikap apakah akan memberhentikan sementara Ahok atau tidak".

Penulis luar biasa terperanjat ketika salah seorang Hik Mania mengatakan, "Iso bubrah negoro iki kalau ngene corone" dan dibenarkan Hik Mania yang lain. Dan informasi yang menulis dapat dari beberapa teman, Kaba Lapau juga mengatakan kalimat dengan maksud yang hampir serupa, "Bisa hancur negeri ini kalau begini model pemerintah".

Suara hati, rasa keadilan, dan nuansa kebathinan masyarakat ini sungguh-sungguh teramat sangat dahsyat dampaknya dan memiliki daya hancur luar biasa, melebihi kedahsyatan dan daya hancur letusan hunung krakatau dan tsunami Aceh sekalipun.

Indonesia adalah bangsa besar dengan potensi besar. Jika suara hati, rasa keadilan, dan nuansa kebathinan masyarakat akar rumput ini bisa didengar dan disikapi secara bijak, peluang Indonesia sebagai Inspirasi dan Pemimpin Dunia di masa depan terbuka lebar. Peluang Indonesia untuk memimpin pembangunan peradaban global yang lebih beradab dan berkeadilan. Sebagaimana sudah dideklarasikan oleh Pemuda Politisi Anggota Parlemen Seluruh Indonesia bersama Insan Pers Seluruh Indonesia di hadapan Kepala Negara dan Pimpinan Lembaga Tinggi Negara Indonesia sebagai "Tekad Suci Untuk Indonesia", pada tanggal 4 November 2010 silam. Deklarasi yang diharapkan akan berfungsi sebagai rujukan moral bangsa Indonesia melanglah kedepan, layaknya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Semoga segera terwujud. Allahumma Amien. [***]

Penulis adalah Redaktur Khusus RMOL; Sekjen Community for Press and Democracy Empowerment (PressCode); dan Ketua Panpel Deklarasi "Tekad Suci Untuk Indonesia" oleh Pemuda Politisi Anggota Parlemen Seluruh Indonesia 4 November 2010. [beritaislam24h.id / rmol]

PKS izinkan kader ikut aksi 11 Februari


PKS izinkan kader ikut aksi 11 Februari

Berita Islam 24H - Partai Keadilan Sejahtera mengizinkan kadernya mengikuti aksi yang akan digelar ormas Islam di DKI Jakarta, 11 Februari mendatang dengan syarat menjaga aturan.

"Sikap PKS sama seperti saat menghadapi aksi 411, kami secara institusi sama sekali tidak (melarang) dan seandainya kader PKS ikut, tidak masalah," kata Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman di Semarang, Jawa Tengah, hari ini, seperti dilansir Antara.

Forum Umat Islam dan GNPF MUI besok akan menggelar aksi di Masjid Istiqlal untuk menolak penodaan terhadap Al Quran, menolak kriminalasasi ulama, dan menjaga pilkada serentak yang jujur dan adil. Beberapa hari sebelumnya, NU dan Muhammadiyah menyerukan agar umat Islam tidak perlu mengadakan aksi pada 11 Februari.

Sohibul menjelaskan, PKS menginstruksikan kader-kader yang akan ikut aksi 11 Februari untuk menjaga suasana tetap kondusif. "Tentu saja kami berikan catatan karena ini suhunya suhu pilkada," ujarnya.

Dia menilai aksi 11 Februari merupakan salah satu dinamika di masyarakat menghadapi situasi politik seperti yang terjadi pada saat ini. "Sebagai ekspresi dan aspirasi dalam berdemokrasi silakan saja, tapi semua harus menjaga aturan main yang ada," katanya [beritaislam24h.id / rnc]

Kapolri minta peserta aksi 112 tak meluber dari Istiqlal


Kapolri minta peserta aksi 112 tak meluber dari Istiqlal

Berita Islam 24H - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta panitia aksi doa bersama di Masjid Istiqlal yang digagas oleh Forum Umat Islam, 11 Februari mendatang, bisa menjaga pesertanya agar tidak meluber hingga ke jalan raya.

"Jumlahnya jangan sampai meluber keluar dari Istiqlal. Itu bisa kami akomodir," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, hari ini.

Kemarin, sejumlah ulama dari GNPF-MUI dan FPI mendatangi rumah dinas Menko Polhukam Wiranto di kawasan Kuningan, Jakarta selatan. Mereka berjanji bahwa aksi 112 besok akan berjalan tertib dan tidak akan ada longmarch. Yang ada hanya doa bersama dan tausiah di Masjid Istiqlal.

Namun jika dalam prakteknya besok masih saja ada pelanggaran hukum, Polri akan lakukan tindakan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. "Karena negara ini negara hukum," tegas Tito.

Meski begitu, Kapolri tetap berdoa agar aksi besok berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan yang dapat memperkeruh suasana jelang pemilihan gubernur DKI Jakarta. [beritaislam24h.id / rnc]

Pedas! Letjen (Purn) Suryo Prabowo: "Ketika dia memilih melindungi 1 orang brengsek sok jago, Sejak itu dia bukan kita lagi"


Pedas! Letjen (Purn) Suryo Prabowo: "Ketika dia memilih melindungi 1 orang brengsek sok jago, Sejak itu dia bukan kita lagi"

Berita Islam 24H - Mantan Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Johannes Suryo Prabowo menyindir kepemimpian dan kondisi bangsa saat ini.

"Pada awal mula, dia bisa terpilih,

karena dipilih oleh mayoritas rakyat,

karena dipilih oleh bangsanya,

karena (katanya) dia adalah kita.

Ketika dia memilih melindungi

satu orang brengsek dan sok jago,

ya ..... hanya 1 orang brengsek, lalu

lebih mengutamakan bangsa lain,

daripada kepentingan bangsanya,

Sejak itu dia bukan kita lagi,

bahkan terkesan memusuhi kita.

Salahkah saya, bila mengingatkan,

agar dia tidak meninggalkan kita,

dan kembali berpihak kepada kita."

Sindiran pedas mantan Pangdam Jaya/Jayakarta yang ditulis di akun fb-nya ini gegerkan netizen.

Sampai saat ini, tulisan yang diposting baru 6 jam ini sudah mendapat 700 lebih komentar dari netizen, dan seribu lebih yang share.

Komentar-komentar netizen tak kalah pedas menanggapi.

"Sejak awal dia bukan kita..karena dia adalah mereka yg digambarkan seolah2 dia adalah kita...janji palsu dan suka menyalahkan org serta memfitnah agama bukanlah KITA," ujar Agil Musytary.

Ada juga yang dulu memilihnya menyatakan penyesalan.

"Sumpah demi Allah Bapak, saya sangat menyesal telah memilih beliau untuk memimpin negri kami ini, kami dibutakan dengan lemah lembut ny beliau. Tapi sayang semua itu hanya kamuflase semata, sedih nyesek menangis saat Umat Muslim di hina''kan oleh mereka yg tidak mengerti dengan Islam yg sesungguhny, kami hanya ingin keadilan, kami hanya butuh ketenangan, hanya ingin negeri kami damai dan rakyat kecil pun merasakan ketentram sperti zaman ny Alm.pa harto, kami rindu sosok beliau dan pa soekarno, kami butuh pemimpin seperti mereka yg mencintai rakyat ny dari pada diri ny sendiri," komen netizen Upiet Nita Putri Wijaya.


Berikut link status asli fb Letnan Jenderal TNI (Purn.) Johannes Suryo:


WASPADA!! Inilah Mekanisme Hukum yang Memungkinkan Ahok Duduki Kembali DKI1


WASPADA!! Inilah Mekanisme Hukum yang Memungkinkan Ahok Duduki Kembali DKI1

Berita Islam 24H - Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan kembali aktif dan menempati posisi strategisnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Namun, sesuai dengan UU yang berlaku, Ahok harus diberhentikan sementara di hari yang sama.

Mekanismenya, jelas mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Profesor Mahfud MD, saat masa cuti kampanye selesai, Ahok akan kembali diaktifkan lagi menjadi Gubernur DKI karena aturan pilkada. Namun, setelah itu di hari yang sama, yakni 12 Februari, Jokowi melalui Mendagri Tjahjo Kumolo harus kembali menonaktifkan Ahok.

Bila melewati 12 Februari 2017, Presiden telah melanggar konstitusi, karena memberikan jabatan kepala daerah kepada seorang terdakwa.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo belum bisa memastikan kembalinya jabatan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok setelah masa kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 berakhir. Masa kampanye berakhir pada 11 Januari mendatang, sedangkan Ahok masih menjalani persidangan perkara penodaan agama.

Namun, Tjahjo akhirnya justru mengeluarkan pernyataan kontra produktif yang menjadi blunder.

"Saya tetap berpegang pada aturan. Kami menunggu tuntutan jaksa setelah saksi-saksi ini," kata Tjahjo saat menghadiri rapat terbatas di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Senin, 6 Februari 2017.

Pernyataan Tjahjo pun dinilai banyak pihak merupakan upaya mempertahankan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Jika pernyataan Tjahjo tersebut benar, maka ada sinyal Presiden ingin "mempertahankan" Ahok.

Untuk mempertahankan Ahok, maka ada mekanisme hukum yang harus ditempuh Jokowi.

"?..kalau tanggal 12 ini Pak Ahok tidak dicopot, Presiden harus mengeluarkan Perppu. Karena tak ada instrumen hukum lain yang bisa membenarkan Ahok itu menjadi gubernur kembali tanpa mencabut Pasal 83 itu," ujar Mahfud.

Akankah Jokowi mempertaruhkan jabatan dan kepercayaan rakyat untuk nempertahankan Ahok? [beritaislam24h.id / pi]

CETAR!!! Catatan Pribadi Siswa Kelas 2 SD Tentang Indonesia: Negeriku Seperti Sedang Dikutuk!!


CETAR!!! Catatan Pribadi Siswa Kelas 2 SD Tentang Indonesia: Negeriku Seperti Sedang Dikutuk!!

Berita Islam 24H - Aku lahir dan tumbuh di Indonesia. Saat kecil ibuku sering membacakan aku buku dongeng. Aku suka karena membuatku masuk ke sebuah dunia penuh fantasi.

Tapi kenyataan negeriku Indonesia seperti sedang �dikutuk� (seperti cerita dalam dongeng). Yang pasti bukan Allah yang memberikan kutukan itu. Katakan saja seorang penyihir yang membuat kutukan itu. Sehingga siapapun yang akan memimpin di negeriku ini selalu gagal.

Di sekolah aku belajar tentang kekayaan alam Indonesia. Seperti Indonesia yang memiliki pertambangan, mulai dari emas, intan, gas, batubara dan lain-lain.

Tapi kenyataannya, aku tak pernah boleh memilikinya. Jangankan memiliki, melihatnya saja, tidak pernah.

Lalu Indonesia yang memiliki pertanian yang sangat luas. Dengan penghasil beras yang banyak. Tapi aku selalu tidak bisa makan nasi lengket seperti nasinya orang Jepang (seperti sticky rice). Dengan alasan mamaku, kalau mau makan dengan nasi seperti nasi Jepang itu, harga berasnya mahal, menurut mama.

Bingung kan? Negeri penghasil beras. Tapi kita hanya bisa memakan nasi atau beras biasa-biasa saja.

Indonesia yang memiliki dua musim dengan menghasilkan banyak jenis buah. Tapi juga aku tidak selalu bisa memakannya.

Alasannya, mau makan pisang yang terlihat kuning segar, ternyata rasanya tidak manis. Jeruk manis ternyata asam. Apel segar ternyata dilapisi lilin.

Lalu kapan anak-anak Indonesia bisa merasakan tentang kekayaan negerinya sendiri?

Dan sampai kapan Indonesiaku bisa bebas dari kutukan ini?

Apakah kami anak-anak Indonesia ini, harus tumbuh besar dengan warisan tentang ketakutan saja ?

Bagaimana aku tidak merasa ketakukan. Sebab sudah tujuh orang yang menjadi pemimpin Indonesiaku ini, selalu saja tentang �kejahatan� yang menjadi ceritanya.

Aku tidak pernah tahu tentang sosok enam orang yang pernah menjadi pemimpin Indonesiaku ini. Tapi cerita tentang perbuatan �jahat� nya saja yang selalu menjadi cerita.

Contohnya, Presiden 1, kejahatannya, tentang hubungannya dengan pemberontakan (PKI).

Presiden 2, kejahatannya meraup separuh harta Indonesiaku.

Presiden ke 3, 4, 5 dan yang ke 6 juga sama.

Dan sekarang yang masih memimpin dan aku juga tahu sosoknya, karena aku sudah mulai tumbuh besar hingga aku tahu Presiden Indonesiaku, saat ini adalah bapak Jokowi. Juga masih dibilang �penjahat�.

Karena itu aku merasa, Indonesiaku ini seperti sedang menjalani semacam �kutukan�. Apakah penyebab kutukan itu dikarena tidak seorangpun pemimpinnya berhati ikhlas? Sehingga rakyatnya selalu berburuk sangka.

Betapa menyedihkan masa depan Indonesiaku. Kaya tapi miskin, miskin tapi kaya, cerdas tapi bodoh, bodoh tapi cerdas.

Penulis: D'amour Sakina M.

Siswa Kelas 2 SD di Jakarta Selatan [beritaislam24h.id / pi]

Ingin Jaga Situasi, Habib Rizieq Tak Penuhi Panggilan Kedua Polda Jabar


Ingin Jaga Situasi, Habib Rizieq Tak Penuhi Panggilan Kedua Polda Jabar

Berita Islam 24H - Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab dipastikan tidak akan memenuhi panggilan kedua Polda Jabar. Alasannya, Rizieq ingin menjaga situasi aman menjelang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.

Salah satu anggota tim kuasa hukum, Kapitra Ampera, mengatakan kedatangan Rizieq ke Polda Jabar dikhawatirkan mengusik situasi kondusif saat ini. Pasalnya, tidak tertutup kemungkinan mengundang massa pro-kontra.

"Tidak akan datang karena menjaga situasi yang sudah mulai masa tenang, menjelang Pilkada DKI. Kalau Habib datang, nanti ada pro dan kontra, lalu terjadi lagi situasi yang kurang kondusif," kata Kapitra saat dihubungi detikcom, Jumat (10/2/2017).

Dengan pertimbangan itu, Rizieq memutuskan tidak datang dalam pemanggilan keduanya sebagai tersangka penghinaan Pancasila. Pihaknya minta Polda Jabar menunda pemeriksaan hingga Pilkada DKI berakhir.

"Dalam hal ini kami meminta Polda Jabar menunda pemeriksaan hingga Pilkada DKI beres," ungkap dia.

Kapitra menuturkan pemanggilan kedua ini rencananya akan dihadiri oleh perwakilan dari kuasa hukum. "Akan diwakili kuasa hukum pemanggilan kedua ini," ucap dia.

"Insya Allah setelah Pilkada DKI, Rizieq akan datang memenuhi panggilan Polda Jabar," pungkas Kapitra. [beritaislam24h.id / dtk]

Kapolri Imbau Panitia Aksi 112 Tak Undang Massa dari Luar Jakarta


Kapolri Imbau Panitia Aksi 112 Tak Undang Massa dari Luar Jakarta

Berita Islam 24H - Kapolri Jenderal Tito Karnavian baru saja usai menggelar konferensi pers di Polda Metro Jaya terkait Aksi 112. Ia mengimbau panitia tidak mengundang massa dari luar Jakarta.

Kapolri tidak melarang peserta yang telah tiba di Jakarta, namun ia mengimbau agar panitia tidak mengundang massa dari luar wilayah DKI Jakarta.

�Yang sudah datang di Jakarta, kita umumkan bahwa tidak di Monas tapi acanya di Masjid Istiqlal,� ucapnya menegaskan, Jumat (10/2/2017), sewaktu awak media menanyakan terkait imbauan itu.

Tito juga mengingatkan agar kegiatan yang dilaksanakan umat Islam di Masjid Istiqlal, Sabtu (11/2/2017) besok, hanya bermuatan ibadah, tidak bermuatan politik.

�Ini kalau kegiatan ibadah, ibadah saja. Jangan sampai muatan politik� tandasnya. [beritaislam24h.id / tby]

Jika untuk Aksi Damai (112) Saja Langkahmu Gontai, Bagaimana Saat Seruan Jihad Berkumandang?


Jika untuk Aksi Damai (112) Saja Langkahmu Gontai, Bagaimana Saat Seruan Jihad Berkumandang?

Berita Islam 24H - Tiga ribu pasukan itu bergerak dengan langkah mantap dan pasti. Tak ada satupun gurat ketakutan atau gentar. Semua wajah berseri dan penuh khusyu�. Lembut tutur kata antar mereka. Sorot mata yang bertemu diantara mereka mengguratkan kasih sayang yang tak bisa dilukiskan. Sudah menjadi rahasia umum di kawasannya, pasukan ini tak pernah terkalahkan. Dan sudah menjadi rahasia umum pula, mereka menang bukan karena mengandalkan jumlah, melainkan karena ada kekuatan �ghaib� yang selalu bersama mereka.

Sejarah tangguh inilah yang membuat musuh, siapapun ia, pasti bergidik jika mendengar nama-nama mereka disebut satu persatu. Karena setiap lelaki diantara mereka setara dengan seribu pasukan.

Tiga ribu pasukan ini dipimpin tiga panglima sekaligus. Penunjukan tiga panglima sekaligus ini juga aneh dalam dunia militer karena umumnya panglima perang hanya satu orang, namun pemimpin tertingginya di Madinah berpesan; jika Zaid terbunuh, maka panglima kalian adalah Ja�far bin Abu Thalib. Jika Ja�far terbunuh, maka panglima kalian adalah Abdullah bin Rawahah. Rasulullah sebagai pemimpin tertingginya tidak turut serta. Inilah sebab debat para ulama; apakah perang ini disebut *sariyah ataukah ghozwah?*

Pergerakan tiga ribu pasukan ini dipicu masalah �kecil�. Masalah 'kecil' bagi orang sekarang, karena hanya satu orang utusan dibunuh oleh penguasa Romawi.

Ya �hanya� satu orang. Dan apalah arti nyawa satu orang?

Inilah kesimpulan sebagian kita, jika sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang kekinian.

Benar-benar tidak sebanding, jika 3.000 orang harus dikorbankan demi satu orang. Ini pola pikir orang sekarang yang lemah iman.

Namun pemimpin Madinah saat itu memiliki pandangan yang sangat �ekstrim�.

Meski �hanya� satu orang, namun utusan ini adalah seorang muslim. Dan satu orang muslim jauh lebih berharga di mata Allah dan RasulNya dibandingkan semua manusia kafir. Dan terbunuhnya seorang utusan adalah penghinaan terhadap marwah agama dan negara. Nah ini masalahnya. Pembunuhan utusan hanyalah pesan pelecehan terhadap kehormatan Madinah dan Umat Islam.

Dan satu hal yang membedakan manusia saat ini dengan para penggembala kambing (sahabat radiyallahu anhum) yang saat itu dipimpin oleh Muhammad saw; *adanya kemuliaan diri*.

Mereka adalah bangsa yang tak pernah dijajah, sehingga tak memiliki mental inlander yang serba minder dan selalu mengalah.

Mereka adalah bangsa yang penuh percaya diri karena dididik oleh seorang Nabi dan mengikuti ajarannya secara konsisten sehingga kemuliaan dirinya sangat terjaga.

Mereka tidak pernah sudi dihina oleh musuh-musuh negara dan agama. Dan mereka menolak untuk mengalah kepada orang-orang yang jelas-jelas melecehkan wibawa agama dan bangsanya.

Itulah mereka, terserah apa kata dunia ?

Ketika 3.000 pasukan ini sampai di Balqa�, amir pasukan mengirim mata-mata. Ternyata jumlah pasukan Romawi sekitar 200.000 personil; 100.000 dikirim oleh Kaisar dan 100.000 yang lain dikirim oleh Syurahbil. Jumlah yang sangat tidak sebanding. Ibarat kerikil melawan gunung menjulang. Dan ibarat Dawud melawan Jalut. Sebagian mengusulkan agar panglima mengutus kurir guna meminta tambahan pasukan, namun Abdullah bin Rawahah menolak keras;

�Wahai Kaum..."

Demi Allah, mengapa kalian membenci mati syahid, yang karenanya kalian keluar menuju medan perang ini? Kita tidak pernah berperang dengan mengandalkan jumlah, kekuatan atau pasukan kita yang banyak. Kita perangi mereka karena kita mengandalkan Agama ini yang dengannya Allah memuliakan kita, maka songsonglah (kematian), sungguh dihadapan kalian hanya ada dua keuntungan; kemenangan atau mati syahid�.

Mendengar qaul fashl ini, semangat pasukan berkobar dan menyala. Aroma syurga telah mereka cium dari jarak sekian mil sebelum kedua pasukan berjumpa. Bayang-bayang wajah bidadari telah terlihat menggoda. Dan istana-istana yang mengalir dibawahnya sungai-sungai telah tampak begitu nyata dalam pandang mereka.

Meskipun tanpa baginda Nabi saw dan akhirnya ketiga panglima mereka gugur sebagai syuhada, namun para ulama sepakat menyebut perang ini sebagai ghozwah karena jumlah pasukan yang terbanyak setelah perang Ahzab dan yang lebih penting daripada itu adalah heroisme pasukan yang luar biasa.

Hikmah&Ibrah

Saudaraku...

Yang kalian hadapi bukan penista itu sebagai pribadi. Namun ia sebagai pion dan wayang yang dimainkan Sang Dalang.

Dan jumlah antek, kekuatan militer, daya dukung ekonomi serta perangkat-perangkat perang, mereka sangat mirip dengan Romawi saat itu.

Aksi 112 jelas bukan perang, apalagi seheroik perang Mu�tah diatas dan tidak perlu bertanya; kenapa kita belum juga diizinkan berperang?

Ya, aksi ini bukan perang dan tidak boleh berakhir perang. Karena negeri ini adalah rumah kita. Tidak mungkin kita membakar rumah sendiri.

Namun mari kita merenung sejenak ! Ada berapa jumlah sebab terjadinya perang Mu�tah?

Hanya satu; terbunuhnya utusan. Dan para sejarawan menyebutnya sebagai sebuah bentuk penghinaan. Ya, satu penghinaan 'saja'.

Sekarang kita tanyakan kepada diri kita sendiri; berapa banyak penghinaan yang kita alami saat ini?

Al Maidah 51 dikatakan sebagai alat kebohongan adalah penghinaan terhadap agama.

Aksi damai 411 disikapi secara represif dan para ulama banyak yang luka-luka ada satu korban syahid di depan istana adalah penghinaan terhadap ulama dan umat.

Persidangan yang terkesan sekali diulur-ulur adalah penghinaan terhadap rasa keadilan bangsa.

KH. Ma�ruf Amin dituduh memberikan kesaksian palsu juga penghinaan.

MUI dituduh jualan fatwa adalah penghinaan.

*lPara Qiyadah aksi 212 mulai dikasuskan, difitnah dan di bully adalah penghinaan.

Islam disebut ideologi tertutup dan iman kepada hari akhir dikatakan ramalan masa depan adalah penghinaan.

Para peserta aksi 411 dan 212 dituduh dibayari adalah penghinaan.

Kantor PBNU digruduk massa, 7 Februari 2017 adalah penghinaan.

Kantor dan rumah laskar FPI dilempari bom molotov adalah penghinaan.

Mencatut nama NU dalam acara istighosah politik adalah penghinaan.

Menyebarluaskan buku 7 Dalil bolehnya memilih pemimpin kafir dengan mengatasnamakan NU adalah penghinaan.

Istana yang terkesan melindungi Penista dengan bukti hingga hari ini statusnya terdakwa namun juga belum diberhentikan sementara, malah mulai hari ini yang bersangkutan aktif kembali sebagai Gubernur DKI adalah bentuk penghinaan kepada bangsa dan negara yang menjunjung tinggi hukum dan moralitas.

Dan masih banyak lagi daftar penghinaan terhadap Islam dan umatnya sejak kasus ini mencuat.

Jika dibandingkan dengan sebab terjadinya Perang Mu�tah sungguh sangat jauh sekali respon umat ini.

Umat Islam saat ini sebagian besarnya adalah sumbu panjang alias selalu mengalah.

Sedangkan para sahabat Nabi adalah jenis 'umat yang mudah �meledak� dan marah.

Ya, masak hanya karena satu orang terbunuh mereka mengerahkan tiga ribu pasukan?

Inilah watak umat 'Islam sumbu pendek'. Meletup-letup dan emosional.

Namun sebenarnya ada analisa yang jauh lebih mengerikan tentang kenapa respon umat ini masih belum padu?

Jangan-jangan kita sudah tidak punya harga diri ( izzah ) atau tidak paham bagaimana memperjuangkannya?

Maka berangkatlah ke Jakarta untuk 112, bagaimanapun kondisimu saat ini!

Bukan untuk perang.

Hanya untuk menuntut keadilan.

Hanya menuntut kehormatan kita dihargai.

Hanya untuk menyerukan Umat Islam DKI agar tidak memilih pemimpin kafir apalagi rasis dan arogan. Demi tegaknya NKRI, bangsa yang kita cintai bersama.

Jika untuk aksi damai saja langkahmu begitu gontai, bagaimana jika seruan jihad benar-benar berkumandang?

Hadanallahu wa iyyakum

09/02/2107

#Ma�had AlFatih [beritaislam24h.id / wjd]

Belum jadi Wagub, Program OK OCE Sudah Bantu Lebih dari 5.000 UMKM


Belum jadi Wagub, Program OK OCE Sudah Bantu Lebih dari 5.000 UMKM

Berita Islam 24H - Program One Kecamatan One Center for Enterpreneurship (OK OCE) terus membantu usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk berkembang. Bahkan program ini sudah membantu lebih dari 5.000 usaha di seluruh Jakarta. Kini, peminatnya OK OCE tidak hanya dari Ibu Kota.

Devi Kartika, misalnya, salah satu pengusaha yang baru mengikuti Program OK OCE selama satu minggu ini mengaku merasakan dampak dari adanya pelatihan dan pembimbingan untuk usaha yang di jalankan.

Bahkan, dia berharap usahanya dapat berkembang dengan memiliki banyak networking.

"Sekarang masih online, mudah-mudahan kedepannya setelah saya ikut OK OCE bisa punya tempat sendiri dan cita cita saya menjadi wirausaha tercapai," terangnya di Pendopo Anies-Sandi jalan Panglima Polim IX nomor 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis( 9/2/2017).

Wanita 27 tahun itu juga berharap, program OK OCE bisa meluas ke seluruh Indonesia. Sehingga, perekonomian rakyat Indonesia benar benar maju.

"Dengan begitu semakin banyak enterpreneurship di Indonesia, biar bisa lebih mandiri dan tidak hanya mencari kerja tapi menghasilkan lapangan pekerjaan," terangnya.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno mengaku, pelatihan OK OCE yang dijalaninya sejak tujuh minggu lalu ini sebuah inovasi politik untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

"Saya di sini juga mendapatkan kabar bahwa angka jaringan wirausaha OK OCE ?di enam titik sekarang menjadi 5 ribu peserta. Alhamdulillah program kita tercapai sebelum 15 Februari," ucap dia.? [beritaislam24h.id / tsc]

Ketua MUI Minta Aparat Selidiki Lambang PKI


Ketua MUI Minta Aparat Selidiki Lambang PKI

Berita Islam 24H - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin meminta aparat menyelidiki kasus penyebaran lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) di sekitar pondok pesantren di Pamekasan, Jawa Timur. "TNI dan Polri harus menyelidiki kasus di Pamekasan itu," kata Ma'ruf Amin di Pamekasan, Kamis malam (9/2).

Lambang PKI itu muncul di Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur yang menerapkan syariat Islam melalui program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami itu di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Proppo dan Kecamatan Palengaan.

Di Kecamatan Proppo, lambang PKI ditemukan terpajang di kamar mandi masjid di Desa Bilaan dan jembatan, tak jauh dari Pondok Pesantren Darut Tauhid asuhan KH Ali Karrar Shinhaji. Sedangkan di Kecamatan Palengaan, lambang PKI secara tiba-tiba ditemukan terpajang di sekitar Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan.

Ma'ruf Amin yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu meminta kerja sama penegak hukum dalam hal ini TNI dan Polri untuk mengungkap penyebar lambang organisasi terlarang di Indonesia itu. "Sebenarnya tujuannya apa menyebarkan lambang PKI ini. Nah yang bisa menjelaskan semua itu TNI dan Polri, makanya mohon bekerja samanya sehingga masyarakat tidak mereka-reka sendiri," katanya.

Ia menyarankan, masyarakat tidak terprovokasi oleh pihak manapun terkait dengan munculnya lambang PKI tersebut. Namun, pihaknya belum memastikan apakah penyebaran lambang PKI hanya sekedar aksi teror atau menunjukkan keberadaan PKI sudah masuk ke wilayah Madura khususnya Kabupaten Pamekasan. "Kita tunggu saja penjelasan penegak hukum karena merekalah yang lebih paham betul," katanya.

Munculnya lambang PKI di Kabupaten Pamekasan bukan kali ini saja, akan tetapi lambang organisasi terlarang ini juga pernah muncul saat karnaval HUT Kemerdekaan RI. Kala itu, lambang PKI dan tokoh PKI dipajang oleh peserta karnaval, atas perintah Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan. [beritaislam24h.id / rci]

Pengamat LIPI: Cegah Konflik, Segera Tuntaskan Soal KTP Asal Kamboja


Pengamat LIPI: Cegah Konflik, Segera Tuntaskan Soal KTP Asal Kamboja

Berita Islam 24H - Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro mengatakan, persoalan adanya dugaan kiriman kartu tanda penduduk DKI Jakarta palsu asal Kamboja harus segera dijernihkan. Hal ini sangat penting karena masyarakat kini merasa gundah atas adanya kabar itu. Bahkan, kalau tidak segera dipastikan maka ini akan menjadi benih konflik yang berumber dari pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta.

''Segera clear-kan masalah KTP asal Kamboja itu. Para stakeholder yang terkait pilkada harus segera menuntaskan soal ini sebelum datangnya hari pencoblosan. Jangan sampai dibiarkan menggantung karena ini berpotensi menimbulkan kisruh di dalam masyarakat. Sekaligus juga akan menodai pelaksanaan pilkada," kata Siti Zuhro, di Jakarta (10/2).

Menurut dia, publik memang terus bertanya mengenai apa kaitan KTP tersebut dengan pilkada. Apalagi ketika berita ini tersebar di media sosial sempat disebut berita hoax. Namun, kenyataannya ketika ada sidak DPR pihak terkait membenarkannya.

"Jadi saya berharap betul sekarang bisa dituntaskan. Jangan ditunda hingga usai pilkada karena hanya akan memicu ketidakpastian masyarakat. Saya kira pihak Bawaslu yang pertama kali harus menuntaskan dan menjelasknya secara gamblang ke publik. Kami ingin pilkada yang berkualitas yakni pilkada yang tak menghalalkan segala cara," kata Siti Zuhro.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPR Achmad Baidowi menilai, perlu dilakukan penyelidikan mendalam berkaitan dengan ditemukannya kiriman sejumlah KTP elektronik (KTP-el) palsu dari Pnom Pehn, Kamboja. Hal ini menyusul temuan Kantor Jenderal Bea dan Cukai Soekarno-Hatta atas paket berisi 36 buah KTP, 32 NPWP, sebuah tabungan BCA berisi Rp 500 ribu, dan sebuah ATM.

Menurut dia, perlu diketahui jelas motif dari kiriman yang ditujukan atas nama Leo yang beralamat di Jakarta tersebut. "Pihak terkait harus segera menuntaskan kasus tersebut. Apakah KTP-el tersebut palsu? mengingat sebelumnya juga ada pengiriman KTP-el palsu dari Tiongkok dan Prancis. Maka dari itu, perlu dilakukan kajian mendalam," kata Baidowi dalam keterangannya pada Kamis (9/2).

Menurut dia, persoalan data kependudukan sangat penting. Ia khawatir, jika kasus ini tidak disikapi, berpotensi kembali terulang. Apalagi, kata dia, dalam masa-masa mendekati pilkada, kasus kiriman KTP-el ini rawan dikaitkan dengan persoalan politik yang cukup sensitif.

"Lebih jauh lagi, KTP-el tersebut juga rawan disalahgunakan untuk kepentingan lainnya yang melibatkan warga asing, dari hasil kunjungan lapangan Komisi II DPR ke Bea Cukai (Kamis, 9/2), ditemukan fakta bahwa pengiriman KTP-el dari Kamboja memang ada dan ini harus segera dituntaskan penyelidikannya," katanya.

Ia yang turut hadir dalam kunjungan lapangan tersebut menilai, adanya kasus tersebut semestinya bisa menggugah semua pihak untuk terus waspada terhadap modus penyalahgunaan KTP-el. Hal ini sekaligus mengingatkan temuan di beberapa tempat banyaknya pemalsuan KTP-el, khususnya bagi WNA.

Sejumlah anggota Komisi II DPR RI melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (9/2). Hal ini berkaitan informasi beredar, ada banyak KTP-el yang dikirim dari Kamboja ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.

"Informasi dan dugaan yang berkembang luar yang jumlahnya sampai ratusan ribu bahkan sampai tiga kontainer adalah tidak benar dan sudah dibantah dirjen," kata anggota Komisi II Agung Widyantoro. [beritaislam24h.id / rci]

Polda Jabar ancam jemput paksa Habib Rizieq jika hingga tengah malam tak hadir


Polda Jabar ancam jemput paksa Habib Rizieq jika hingga tengah malam tak hadir

Berita Islam 24H - Polda Jabar akan menjemput paksa Imam Besar FP, Habib Rizieq Shihab, bila yang bersangkutan tak datang sebagai tersangka hingga pukul 23.59 WIB, hari ini.

"Harusnya sejak pemanggilan pertama hingga kedua kooperatif dan hadir. Tapi kami masih menunggu itikad baik itu sampai hari ini pukul 23.59 WIB. Baru kita layangkan panggilan ketiga, sesuai ketentuan kita jemput paksa," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus di Mapolda Jabar, Bandung, hari ini.

Rizieq, melalui pengacaranya, Kapitera Ampera, menyatakan tidak akan hadir dalam pemeriksaan hari ini, sebagai tersangka kasus penistaan Pancasila atas laporan Sukmawati. Kapitera menyatakan ketidakhadiran kliennya dengan alasan menjaga masa tenang Pilkada DKI Jakarta.

Hari ini merupakan panggilan kedua bagi pentolan FPI. Pada pemanggilan pertama Selasa (7/2), Rizieq juga tidak hadir dengan alasan kelelahan akibat aktivitas yang dijalaninya.

Rizieq ditetapkan tersangka usai Sukmawati menganggap Rizieq menistakan Pancasila dan martabat Sukarno karena dalam salah satu ceramahnya, Rizieq menyatakan, Pancasila Sukarno, Ketuhanan ada di pantat sedangkan Pancasila Piagam Jakarta, Ketuhanan ada di kepala. Tapi Rizieq membantah menista Pancasila dan menghina Sukarno. Dia menilai Sukmawati mempersoalkan tesisnya berjudul "Pengaruh Pancasila terhadap Syari'at Islam di Indonesia" yang berisi kritikan terhadap usulan dari Sukarno. [beritaislam24h.id / rnc]

Peserta Aksi 112 dari Berbagai Daerah Mulai Datangi Masjid Istiqlal. Berikut Foto-Foto Esklusifnya!


Peserta Aksi 112 dari Berbagai Daerah Mulai Datangi Masjid Istiqlal. Berikut Foto-Foto Esklusifnya!

Berita Islam 24H - Sejak Kamis (9/2) malam, Masjid Istiqlal mulai kedatangan umat Islam dari berbagai daerah yang akan ikut Aksi 112 pada Sabtu, 11 Februari 2017 besok. Dalam akun Facebooknya, Nanik Sudaryati yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan Aksi Bela Islam menulis status sebagai berikut:

PAGI INI KAMI ( TIM JMP/Jaringan Merah Putih) sudah di Istiqlal utk mengantar sarapan dan logistik lainnya. MUjahid yg sudah datang Pagi ini dari Surabaya, Solo, Bogor , Sukabumi dan beberapa daerah di Jawa Tengah.

Ia juga menampilkan beberapa foto suasana di Masjid Istiqlal. Berikut beberapa fotonya: