Wednesday, November 30, 2016

Di balik gelombang cedera pemain Juventus

Di balik gelombang cedera pemain Juventus

Di balik gelombang cedera pemain Juventus

Pemain bertahan Juventus Leonardo Bonucci (kiri) meninggalkan lapangan akibat cedera ketika menghadapi Genoa pada laga Serie A Italia di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Ahad (27/11/2016). Pemain bertahan Juventus Leonardo Bonucci (kiri) meninggalkan lapangan akibat cedera ketika menghadapi Genoa pada laga Serie A Italia di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Ahad (27/11/2016). © Simone Arveda /ANSA via AP Photo

Satu demi satu pemain Juventus masuk ruang perawatan. Terbaru, Ahad (27/11/2016), pemain belakang Leonardo Bonucci dan pemain sayap Dani Alves gagal menyelesaikan pertandingan melawan Genoa yang berakhir dengan kekalahan 1-3.

Bonucci terpaksa meninggalkan lapangan pada menit 33 karena cedera paha. Sedangkan Alves ditarik keluar pada menit 76 sehingga Juventus terpaksa menyelesaikan laga di Stadion Luigi Ferraris tersebut dengan 10 pemain karena jatah pergantian pemain sudah habis.

Alves, yang memperkuat Juve setelah enam musim membela Barcelona, menderita patah tulang fibula kaki kiri selepas bentrok dengan penyerang sayap Genoa Lucas Ocampos.

Juve menyatakan Bonucci harus istirahat antara 45-60 hari. Namun Juve belum bisa memastikan berapa lama Alves akan menepi karena masih harus melakukan sejumlah tes medis.

Alves, 33 tahun, mengatakan lewat akun Instagram (h/t BeIN Sports) bahwa cederanya tidak seserius yang dibayangkan pada awal.

“Saya akan segera kembali, menjalani profesi seperti biasa dengan dedikasi yang menghasilkan banyak kesuksesan dalam karier. Terima kasih atas kebaikan Anda,” kata pemain asal Brasil ini.

Apapun, Bonucci dan Alves menambah panjang daftar pemain Juve yang cedera. Sebelum ini Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, dan Paulo Dybala lebih dulu masuk ruang perawatan.

Bahkan cedera baru Bonucci pada paha kiri justru makin komplet. Pada 3 November, pemain 29 tahun ini mendapat cedera pada paha kiri sehingga absen bermain ketika Juve menang 2-1 di kandang Chievo Verona.

Chiellini menderita cedera paha kanan usai menang 2-1 atas Napoli (30/10). Padahal ketika itu pemain berusia 32 itu baru saja sembuh dari cedera lain.

Sementara pada 7 November, Juve memastikan Barzagli istirahat dua bulan akibat cedera bahu. Adapun Dybala, pemain depan, masih memulihkan cedera paha.

Pelatih Juve Max Allegri mengatakan penyerang asal Argentina kemungkinan bakal ikut latihan lagi mulai pekan ini. Sedangkan Chiellini diperkirakan baru pulih pada awal Desember.

Momok cedera di tubuh Juve ini seolah menjadi langganan, terutama pada paruh pertama kompetisi. Musim lalu, Juve sempat kehilangan Claudio Marchisio dan Sami Khedira yang sebenarnya diplot mengisi kepergian sang playmaker Andrea Pirlo.

Gelombang cedera sempat membuat Juventus tak berdaya hingga akhir Oktober 2015 atau dalam 10 pertandingan awal Serie A musim lalu. Ketika para pemain kembali dari cedera, Juve baru bisa membaik hingga akhirnya menjadi juara.

Pada musim ini, gelombang cedera memang belum terlalu mengganggu. Mereka masih memimpin klasemen sementara dengan keunggulan empat poin dari AS Roma dan AC Milan.

Namun Allegri patut belajar bagaimana penampilan Juve ketika ditekuk Genoa 1-3. Bahkan tiga gol Genoa, satu di antaranya terjadi karena bunuh diri gelandang Alex Sandro, lahir dalam setengah jam awal.

Analis Liga Italia, Mina Rzouki, dalam tulisannya di ESPN FC, menyampaikan bahwa Allegri harus mencari solusi pada kerapuhan lini pertahanan yang kehilangan Chiellini, Barzagli, dan akhirnya Bonucci.

“Kesuksesan Juventus selama bertahun-tahun adalah karena pertahanannya yang kuat. Namun melawan Genoa, ada masalah organisasi, komunikasi, dan determinasi sehingga lahir dua gol dalam 10 menit awal.

“Dani Alves bukan seorang pemain bertahan, Leonardo Bonucci terlihat panik ketika kehilangan rekan yang lebih tenang. Adapun Medhi Benatia begitu mudah dipecundangi (lawan),” tukas Rzouki.

Penyebab cedera memang tidak tunggal. Ada sejumlah faktor. Namun pertanyaannya tetap; mengapa Juve berulang kali mengalaminya dan pada masa yang relatif sama?

Sejumlah pihak menyebut tim medis Juve tidak kompeten. Misalnya tudingan Ghana ketika Kwadwo Asamoah cedera pada 2013.

Dokter kesebelasan nasional Kroasia, Igor Boric, menilai tim medis Juve salah mendiagnosis cedera pemain sayap Marko Pjaca. Juve bersikeras tulang fibula di kaki pemain 21 tahun itu tidak ada masalah.

Padahal menurut pemeriksaan Boric, Pjaca patah tulang kaki. Dan hingga kini, Pjaka tak pernah bermain lagi.

Meski demikian, Boric yang dikutip Football Italia tidak bermaksud mengklaim kemampuannya lebih baik dari para dokter di Juventus.

Calciomercato.com dalam analisisnya (14/5) menilai setidaknya “penyakit” cedera para pemain Juve disebabkan salah satu hal; aktivitas padat masa pramusim. Pada tahun lalu (8/8/2015), misalnya, Juve harus melawan Lazio pada ajang Piala Super Italia di Shanghai, Tiongkok.

Allegri menilai jadwal itu membuat istirahat para pemain makin pendek karena klub harus memulai latihan lagi pada 20 Juli. Meski demikian, bukan hanya Juve yang disibukkan dengan kalender padat musim panas itu.

Dan boleh jadi keluhan Allegri itu didengar pengelola sepak bola Italia. Piala Super Italia 2016 dipindah ke Desember dan akan dimainkan di Doha, Qatar (23/12).

berita berita

0 comments:

Post a Comment