Friday, January 6, 2017
#StopHoaxResmi, Fahri Hamzah: Johan Budi dan Teten Ngapaian Aja?
�Dalam kasus kenaikan tarif STNK maka hoax itu berasal dari lembaga resmi yang tidak koordinasi�
Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyikapi �saling lempar tanggungjawab� di antara pejabat eksekutif terkait kenaikan biaya pengurusan STNK dan BPKB yang melonjak hingga 300 persen.
�Dalam kasus kenaikan tarif STNK maka hoax itu berasal dari lembaga resmi yang tidak Kordinasi. Dan ini bukan kali pertama Pemerintah mengeluarkan kebijakan tanpa Kordinasi dan sosialisasi�#StopHoaxResmi,� tegas Fahri di akun Twitter ?@Fahrihamzah.
Seharusnya, kata Fahri, sesama �eksekutif� seharusnya satu komando. �Padahal, eksekutif itu satu komando. Di tangan satu orang. Mustahil ada perbedaan. Berbeda dengan legislatif, 560 orang memiliki pemilih yang berbeda. Aspirasi berbeda. Mulut banyak. #StopHoaxResmi,� beber @Fahrihamzah.
Politisi PKS inipun menegaskan, mengapa jika hoax ditudingkan kepada rakyat, penyebar dan pembuat hoax ditangkap, sementara pejabat pembuat hoax tidak dipecat. �Sebab kenapa juga rakyat yang bikin hoax ditangkap sementara pejabat ini gak dipecat?� tanya @Fahrihamzah.
Fahri juga dengan tegas membantah pernyataan Kapolri Tito Karnavian bahwa kenaikan biaya STNK sudah mendapat persetujuan DPR. �Mustahil, sebab itu dasar ya UU. Bukan persetujuan komisi 3�,� tegas @Fahrihamzah.
Terkait sengkarut kenaikan biaya STNK dan BPKB, Fahri meminta juru bicara Presiden RI atau Pemerintah untuk �berbicara� masalah tersebut. �Aneh�jubir Pemerintah di mana Aja? #NgobrolDongBrow! Kebijakan Pemerintah harusnya dijelaskan jubir Pemerintah..@DPR_RI justru bertanya. Johan Budi sama Teten ngapain Aja tuh..hehe..Halo Jubir�,� sindir @Fahrihamzah.

0 comments:
Post a Comment