Pesan Sumarsono kepada Ahok Usai Perpisahan dengan PNS DKI
Berita Islam 24H - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono atau Soni menyampaikan pesannya kepada Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok setelah melakukan perpisahan dengan ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat DKI di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (9/2/2017) pagi.
Dalam perpisahan tersebut Soni sempat menyampaika pesan kepada Ahok yang akan aktif kembali pada Sabtu (11/2/2107) nanti.
Ia meminta perombakan pejabat yang telah dilakukannya tidak perlu dirombak kembali oleh Ahok.
�Apa yang saya lakukan tentunya kewenangan Pak Ahok untuk mengevaluasi ya silakan. Tapi saya berharap selama ini proses (perombakan pejabat) juga melalui konsultasi yang melibatkan berbagai pihak. Tapi sejauh kalau tidak dipandang penting ya tidak perlu sebenarnya untuk dirombak kembali, dinolkan, dibatalkan apalagi,� kata Soni, di Monas, Kamis (9/2/2107).
Namun, lanjut Soni, jika memang menurut Ahok pejabat yang telah dilantiknya memang bagus, ia mempersilakan untuk dikoreksi.
Namun, selain itu, ia juga mengatakan pembinaan kepamongan perlu dilakukan.
Termasuk dengan PNS untuk lebih bisa mendengarkan. Agar bisa dapat masukan atau permasalahannya yang akan dihadapi.
�PNS di sini sangat profesional dan terbuka cuma agak ragu berpendapat karena belum kenal saya. Tapi setelah mengenal saya, yang semula ngomong lima menit sekarang 50 jam juga bisa."
"Terbukti waktu di kereta api cerita nggak hentinya. Karena mereka butuh juga cerita butuh mendengarkan, saya mau mendengarkan. Pemprov DKI sangat terbuka dan enak diajak ngobrol dan diskusi. Baik masalah pekerjaan atau bukan,� katanya.
Soni juga meminta agar Ahok memperbaiki gaya komunikasi dengan DPRD agar lebih baik.
Karena menjalankan roda pemerintahan juga memerlukan kehadiran DPRD.
�Komunikasi dengan DPRD dalam kapasitas Dirjen Otda saya lihat ke depan Pak Ahok bisa perbaiki. Bagaimanapun juga DPRD itu perangkat pemerintahan yang harus membina kerjasama yang baik dengan eksekutif. Tegas itu bagus tapi jangan lupa mereka satu teamwork dengan Gubernur,� katanya.
Sedangkan menilai gaya kepemimpinan, menurut Soni, gaya dirinya dengan Ahok cukup berbeda. Mereka memiliki gaya masing-masing.
�Setiap orang mempunyai style berbeda, tidak bisa kita lihat sebagai suatu kekurangan. Style saya memang merangkul semuanya, style leadership nggak bisa kita samakan."
"Pak Ahok yang pekerja keras harus kita akui, dia pekerja yang keras dan kritis. Dan cermat hitung-hitungannya. Saya bahkan tidak sanggup meniru gaya dia berhitung. Saya terus terang saja lemah dalam berhitung,� katanya.
Puisi Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Agus Suradika memberikan hadiah sebuah puisi hasil karyanya sendiri kepada Soni. Puisi berjudul �Aku Dibikin Malu� itu diberikan sebagai bentuk tanda perpisahan.
Puisi tersebut dibacakan di hadapan Soni di Lapangan Silang Monas.
Aku dibikin malu
Tiga bulan, hanyalah tiga bulan lebih sedikit hari aku bersama sosok unik dan kurang meyakinkan.
Model begini, bisa memimpin Jakarta ? walau hanya tiga bulan.
Sungguh, awalnya aku ragu dengan kemampuannya..
Masalah kemacetan, genangan, OPD baru, Pilkada, Netralitas Birokrasi, demo buruh, APBD, tenaga honorer dan setumpuk persoalan krusial lainnya.
Aduh......, apa iya beliau akan mampu ?
Aduh....., aku dibikin malu
Ternyata,
Sosok ini, begitu banyak pengalamannya,
Dalam penghayatannya, peduli, santun, berani, tanggung jawab, humoris, pandai lobi dan komunikasi serta banyak gagasan briliannya.
APBD tepat waktu,
sebelum ayam berkokok, APBD sudah ketok palu.
OPD baru selesai,
Penempatan pejabat, berjalan mulus.
Netralktas birokrasi?
Kata orang ada tujuh kepala SKPD yang dicurigai. Mana? Sebut nama !! sampai saat ini gak ada bukti tuh. !!
Rapat di kereta?
Bagaimana mungkin bisa rapat di kereta ?
Ngaco aja ini gagasan...,
Begitu aku dengar percakapan banyak pihak.
Jalan keretanya aja gujlak-gajluk gujlak-gajluk, malam hari pula...
Halah ...., gak mungkin lah rapat,
bilang aja kalau ingin piknik ke Yogya.
Aduh..., aku dibikin malu lagi
Ternyata, beneran tuh rapatnya
Bahkan salah satu media nasional melaporkan berita khusus "rapat di kereta"...
Memang sih, tampang pejabatnya pada ngantuk semua, tapi outputnya jelas dan konkrit.
Hey mana itu kepala BKD? Jangan Koes plus an terus.
Dki sudah punya belum lagu mars DKI?
Hadeh..., ini orang bikin aku malu lagi,
370 tahun lebih, Jakarta ada,
71 tahun lebih, Indonesia merdeka, dan Jakarta gak punya lagu mars?
Agar tidak malu, ku buatlah sejadi-jadinya Mars DKI...
Jakarta jaya warga bahagia, damai sejahtera
Jakarta aman, semua nyaman, maju dan jaya DKI Jakarta.
Begitulah, penggalan lirik yang ku buat.
Kepala BKD, Pak Sekda, Asisten Kesra, orang Betawi kan......
Aduh, mau bikin malu apalagi ini orang?
Mana pergub ikon betawi?
Ampun....., ternyata walau bukan orang Betawi, (katanya sih orang Jawa Timur), beliau sangat mencintai Budaya Betawi.
Hari berganti, minggu berlalu,
bulan pun berakhir
3 bulan aku dibikin malu,
Akhirnya biar aku beri hadiah pantun untuk beliau
Bang Busni Thamrin pahlawan Jakarta
Bung Tomo gagah berani
Walau hanya tiga bulan memimpin Jakarta Sungguh berkesan kepemimpinan Bang Soni.
Terimakasih Bang Soni, atas tiga bulan kebersamaan yang telah diberikan. [beritaislam24h.id / wtk]

0 comments:
Post a Comment